Hubungi Kami di: 022-202140,2019433

Archive for 2013

Kuliah Umum Kepala BNP2TKI

Memperingati Dies Natalis Universitas Pasundan ke-53 Senin , 23 Desember 2013 Universitas Pasundan mengadakan kuliah umum yang mendatangkan Moh Jumhur Hidayat selaku Kepala BNP2TKI bertempat di Aula Otto Iskandar Dinata kampus IV Universitas Pasundan kuliah umum ini bertemakan “Orang Spesialis Tak Bisa Jadi Pemimpin”.

Kuliah umum ini dihadiri para civitas akademika termasuk sekitar 500 mahasiswa itu dihadiri pula oleh Rektor Universitas Pasundan Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si, Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof.Dr.H.M.Didi Turmudji, M.Si,  pengamat Acep Iwan Saidi, dan tokoh budayawan Yayat Hendayana.

Dalam kuliah umum Moh Jumhur Hidayat mengatakan “orang Sunda harus siap tampil dalam kepemimpinan  setiap jenjang kehidupan bermasyarakat dan bernegara untuk siap tampil itu, perlu dibekali dengan peningkatan kompetensi pendidikan menjadi penting untuk bisa menjadi pemenang dalam kompetensi global di dunia yang kian cepat berubah.

Jumhur mencontohkan, dirinya dipilih menjadi Kepala BNP2TKI oleh Presiden Yudhoyono selain karena pemahamannya terhadap permasalahan ketenagakerjaan juga karena sejak masih menjadi mahasiswa sempat dipenjara di LP Sukamiskin, LP Kebon Waru, hingga di LP Nusakambangan dalam aksi mahasiswa 5 Agustus 1989,  melahap habis semua buku-buku sosial.

“Untuk menjadi pemimpin, anda tidak cukup menjadi seorang spesialis,” tuturnya.

Beliau menjelaskan, nilai-nilai budaya seperti  sikap hidup, jati diri, etos kerja, disiplin,  kreatif menggali kearifan lokal yang menjadi adi luhung bangsa ini akan menentukan kemajuan peradaban. Eksplorasi budaya kita akan menentukan kemajuan ekonomi dan politik Indonesia di masa depan.

“Dunia berubah lebih cepat dari yang kita fikirkan. Dalam perubahan itu apakah kita menjadi  agen seperti sejarah tempo lalu, sebagai pengikut atau hanya terbengong-bengong.”

“Temukan kembali budaya adi luhung bangsa ini dan kembangkan kreativitas dalam produk-produk budaya,” tuturnya.

Kepala BNP2TKI

Dia meminta agar kaum muda mendorong pemerintah di pusat dan daerah agar mewajibkan setiap industri perhotelan agar memakai produk-produk di dalam negeri. Dengan begitu, maka produk budaya itu akan menciptakan peluang kerja yang besar sehingga warganya tidak perlu bekerja ke luar negeri sebagai TKI. Termasuk mendorong pemerintah agar mengalokasikan 30 persen tontonan berasal dari kreatifitas budayawan kita.

“Kita bicara Sunda guna memberikan sumbangan yang terbaik buat Republik bukan unntuk Sunda Merdeka,” tuturnya.

Dengan menegaskan tidak sedang berbicara sukuisme, namun pihaknya hanya ingin ada sumbangan kemajuan bangsa Indonesia  dari tanah Jawa Barat.

Menjawab pertanyaan mahasiswa, Jumhur mengatakan nilai-nilai budaya Sunda yang bisa menjadi modal membangun karakter bangsa yaitu bisa ditemukan dengan menggali nilai-nilai yang ada di Pancasila.

“Kepemimpian orang Sunda yaitu Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh. Dan ketiganya bisa diperas jadi satu yaitu gotong royong,” tuturnya.

Moh Jumhur Hidayat  meminta, agar kaum muda dari Universitas Pasundan tampil sebagai garda terdepan dalam kemajuan budaya.

Incoming search terms:

  • soal latihan dinamika mesin universitas pasundan
  • paguyuban plpg 2013
  • contoh soal pmb dan langkah langkah menjawab di unpas
  • jati diri universitas pasundan
  • jati diri unpas
  • Jumlah pendaftar mahasiswa teknik mesin thn 2012-2013 d unpas
  • paguyuban plpg 2013 cianjur
  • sambutan pelantikan rektor unsil

Mahasiswa UNPAS Meraih Juara 1 Pada Perlombaan “Bussines Plan and National Entrepreneur Expo 2013″

Pada hari Jumat 29 November 2013 tiga orang mahasiswa dan mahasiswi Universitas Pasundan (UNPAS) yaitu M Ibrahim, Anis Tesiyana dan Liana Mulia meraih juara 1 dalam perlombaan Bussines Plan and National Entrepreneur Expo 2013 yang diselenggarakan di Universitas Kanjuruhan kota Malang. Perlombaan ini diikuti oleh 79 peserta dari 10 PT di Indonesia.

Perlombaan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan para mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Manajemen. Rizkha Amalia selaku Ketua Pelaksana Lomba mengatakan “Kami siapkan Piala Rektor Unikama, bagi peserta yang memiliki presentasi bussines plan terbaik. Expo akan berlangsung Sabtu – Minggu,”

Ketiga mahasiswa dan mahasiswi ini berhasil membuat risoles yang disesuaikan dengan lidah orang Sunda mereka manamakannya “Saung Risol”.

Anis Tesiyana  menuturkan jika risoles ini sudah dijual bebas di kota Bandung sejak setahun lalu. Tak hanya meraih juara satu dalam Bussines Plan and National Entrepreneur Expo 2013 pengusaha dari Jakarta pun, tertarik kepada ke tiga mahasiswa ini untuk dijadikan “Franchise Saung Risol”.

Incoming search terms:

  • data penjualan produk nutrisari di jawa barat
  • data penjualan nutrisari di 2013
  • lomba nutrisari malang 2014

Berkat Risoles 3 Mahasiswa UNPAS Dilirik Pengusaha

Tiga mahasiswa Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, M Ibrahim, Anis Tesiyana dan Liana Mulia, berhasil membuat risoles yang disesuaikan dengan lidah orang Sunda.

Ibrahim mengatakan, orang Sunda tidak suka rasa asin dan manis bercampur dalam makanan. Sementara risoles yang masuk ke Indonesia, sejak zaman penjajahan ini, memiliki rasa gurih dan manis sekaligus.

“Karena risoles sudah jadi jajanan sehari-hari, kami buat yang sesuai dengan lidah orang Sunda, yaitu manis sendiri dan asin sendiri. Kami namakan Saung Risol,” kata Ibrahim, sesaat sebelum presentasi di Lomba Bussines Plan and National Entrepreneur Expo 2013 di Universitas Kanjuruhan Malang, Jumat (29/11/2013).

Anis menjelaskan, risoles ini sudah dijual bebas di Bandung sejak setahun lalu. Bahkan, ketiga mahasiswa jurusan manajemen ini telah dilirik pengusaha Jakarta, untuk dijadikan Franchise Saung Risol.

Ada sembilan varian rasa risol ini, di mana rasa manis dan asin masing-masing terpisah. Dalam sebulan, lanjutnya, mereka mampu memproduksi lebih dari 4.000 potong risol. “Kami jual Rp 3 ribu – Rp 4 ribu berdasarkan rasa. Yang paling mahal rasa asin, karena isinya risol daging,” ujar Anis.

Liana menambahkan. meski risolnya berdasarkan budaya setempat, ternyata juga disukai banyak orang selain orang Sunda. Menurut mahasiswi asal Sukabumi ini, tidak masalah jika produk yang dibuatnya ini membidik pasar tertentu. “Karena risolnya berbeda dari yang biasanya, itu malah jadi kreasi tersendiri. Akhirnya banyak orang yang penasaran,” ucapnya.

Mereka bertiga ini, adalah satu dari 79 peserta Lomba Bussines Plan and National Entrepreneur Expo 2013 Unikama, yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (HMMI).

Ketua Pelaksana Lomba, Rizkha Amalia, mengatakan lomba ini merupakan kegiatan tahunan HMMI yang pada tahun ini Unikama didapuk menjadi tuan rumah. “Ke-79 peserta itu dari 10 PT di Indonesia. Unikama sendiri tidak mengirimkan tim, karena sebagai tuan rumah,” imbuh Rizkha.

Lomba ini, lanjutnya, bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan para mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Manajemen. “Kami siapkan Piala Rektor Unikama, bagi peserta yang memiliki presentasi bussines plan terbaik. Expo akan berlangsung Sabtu – Minggu,” pungkasnya.

sumber : SURYA Online Malang

Incoming search terms:

  • himpunan mahasiswa manajemen unpas
  • risoles manis
  • risoles rasa manis

TIM KUJANG dari UNPAS Meraih Juara 1 ‘Experiental Marketing’ yang Diadakan oleh Nutrisari W’dank

Beberapa waktu lalu Nutrisari W’dank mengadakan lomba ‘Experiental Marketing’ tingkat Jawa Barat yang diikuti oleh beberapa perguruan tinggi diantaranya :

  • Universitas Pasundan (Bandung)
  • Universitas Islam Bandung (Bandung)
  • Universitas Siliwangi (Tasik)
  • Universitas Surya Kencana (Cianjur)
  • STIKES (Cirebon)
  • Bina Sara Informatika (Karawang)
  • manajemen

 

TIM KUJANG yang terdiri dari beberapa mahasiswa dan mahasiswi jurusan Manajemen Universitas Pasundan mengikuti perlombaan ini. Penilaian berasal dari omset penjualan produk Nutrisari W’dank, Experiental Strategi,Kreatifitas Video serta dukungan dari salah satu jejaring sosial.

 MANAJEMEN 2

Setelah beberapa minggu berusaha mengumpulkan dukungan akhirnya setelah dihitung dan dinilai pemenang berasal dari TIM KUJANG menjadikan Universitas Pasundan meraih juara 1 mewakili Jawa Barat dalam perlombaan ‘Experiental Marketing yang diadakan oleh Nutrisari W’dank mengalahkan beberapa perguruan tinggi lain yang mengikuti perlombaan ini.

Incoming search terms:

  • strategi marketing universitas

Kolaborasi Riset Universitas Pasundan dengan Universitas Leiden

Kepala Pusat Kajian Seni dan Sastra Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Henry H Loupias melaksanakan program hibah PEKERTI yang berbentuk kolaborasi riset di Faculty of Social Sciences and Behavioural Sciences, Universitas Leiden, Belanda dari tanggal 1 sampai 20 November 2013. Pihak Universitas Leiden yang terdiri dari Dr.Jet Bakels dan Prof. Gerard A. Persoon akan bertidak sebagai Tim Peneliti Mitra (TPM) dan UNPAS sebagai Tim Gusul (TP) yang terdiri dari Henry H Loupias (ketua) dan Rosikin (anggota).

Topik riset adalah mengenai budaya materi suku Baduy yang akan dikaji melalui pendekatan antropologi dan sejarah sosial yaitu sebuah pendekatan riset dan pengalaman baru berkolaborasi dengan universitas Eropa bagi pihak TP.  Pemilihan Universitas Leiden sebagai mitra riset yaitu dengan pimikiran bahwa pihak TPM memiliki data dan artefak Baduy lama yang cukup komplit termasuk juga pengalaman riset mereka yang bertaraf internasional. Tentu saja diharapkan program di atas dapat memberikan kontribusi positif bagi UNPAS. Paling tidak program diatas sebuah rintisan UNPAS di Eropa.

sumber : Majalah Jumpa UNPAS.

Incoming search terms:

  • nama nama mahasiswa jurusan HI UNPAS

UNPAS Mendapatkan Penghargaan Sebagai Kampus Berbasis Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mendeklarasikan UNPAS sebagai satu satunya PTS di Jawa Barat dan Banten yang mendapatkan penghargaan sebagai kampus berbasis Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Sebanyak 19 hasil penelitian dosen UNPAS akan segera dipatenkan dan selain itu pula ada salah satu hasil penelitian dosen UNPAS yaitu Mesin Produksi Tepung Ketela yang dipesan dan sudah diekspor ke Republik Fuji. Selain itu dirintis pula klinik HAKI,fungsinya untuk menginventirisasi hasil penelitian para dosen.

Penghargaan ini,menurut Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si menuntut tanggung jawab besar. Bukan hanya sebuah tema tapi harus diisi seluruh civitas academica  UNPAS untuk berbudaya HAKI yang berangkat dari sebuah kejujuran. Mahasiswa tidak boleh mencontek dan dosen pun harus menghindari plagiarisme.

Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si mengatakan “ini menjadi sebuah penghargaan berat yang harus dipertahankan. Dengan kampus berbasis HAKI semuanya harus berangkat dari sebuah kejujuran.”

Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si menambahkan,kepercayaan masyarakat seperti ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas para dosen. Tahun ini UNPAS meluncurkan dana 1.300 USD untuk setiap dosen yang melakukan penelitian. Sebelumnya UNPAS hanya memberikan dana Rp.2.500.000 sebagai dana stimulant penelitian. Diharapkan dengan peningkatan dana itu ditambah dana dari pemerintah dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian para dosen UNPAS.

“Kami menantang para dosen untuk meneliti. Ternyata baru direspons beberapa dosen saja,sedangkan dosen UNPAS ada 600 orang. Ini juga menjadi suatu tantangan untuk UNPAS untuk lebih mengmbangkan bidang penelitiannya.” Tutur Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si selaku Rektor UNPAS.

Incoming search terms:

  • kualitas s2 tmi unpas
  • penghargaan unpas

Rektor UNPAS Jadi Ketua Aptikom Jabar

Rektor Universitas Pasundan Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si terpilih menjadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Jawa Barat. Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si terpilih dalam Musyawarah Provinsi Aptikom di Aula Unpas, Jln. Setiabudhi, Kota Bandung, Kamis (17/10/13). Pelantikan baru akan dilakukan pada Januari 2014.

Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si  mengatakan bidang informatika dan komputer selain sebagai support manusia yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari juga sebagai transformasi yang bisa mengubah hubungan individu dengan individu dan individu dengan instansi atau instansi dan instansi

“Keberadaan Aptikom bisa berikan kontribusi kepda masyarakat terutama saat ini Jabar mencananagkan sebagai cyber province. Oleh karena itu perlu ada sumber daya manusia yang handal di bidang IT. Tugas perguruan tinggi untuk menyiapkan itu,” kata Prof. Eddy dalam siaran persnya, Minggu (20/10/2013).

sumber : Pikiran Rakyat (PR)

Instalasi Pengolahan Air Hujan Ciptaan Teknik Lingkungan UNPAS Telah Memenuhi Baku Mutu dan Dapat Langsung Diminum

Rangkaian Instalasi Pengolahan Air Hujan Rekayasa Pasundan, (RIPAH REKASUNDA) merupakan suatu instalasi yang dibangun atas bantuan dari UNESCAP (United Nation Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) , bekerja sama dengan pemerintah kota Bandung dalam lingkup kegiatan “Application of the integrated rainwater and wastewater system in the context of river restoration and climate change.” Kegiatan ini dimulai pada bulan September 2012 dan berakhir pada bulan November 2013.

Instalasi pengolahan air hujan menjadi suatu aplikasi teknologi untuk mengatasi limpasan air yang tinggi pada musim hujan serta menyediakan air baku air bersih dan air minum sepanjang tahun.

Sebagai percontohan sistem pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting), RIPAH REKASUNDA ‘Menangkap’ air hujan yang jatuh di atap asrama mahasiswi Kampus IV UNPAS. Air hujan yang tertangkap kemudian dialirkan melalui talang ke reservoir bawah tanah yang berkapasitas sekitar 38 m3

Air hujan yang terkumpul kemudian diolah menjadi air bersih menggunakan saringan marmer dan pasir aktif. Air hasil pengolahan pertama ini dapat digunakan untuk keperluan mandi,cuci,dll. Agar dapat dikonsumsi sebagai air minum,air hasil olahan tersebut di olah kembali menggunakan sistem Ultra Filtrasi lengkap sehingga memenuhi baku mutu air minum dan didistribusikan ke setiap lantai asrama mahasiswi UNPAS.

Secara langsung Rangkaian Instalasi Pengolahan  Air Hujan Rekayasa Pasundan ((RIPAH REKASUNDA)  telah diresmikan oleh Ketua Jurusan Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pasundan (UNPAS)  Dr.Yonik Meillawati Y.,ST.,MT.

Kuliah Umum Direktur Utama Bank Mandiri Tanpa Strategi,Visi Hanya Mimpi

kulum mandiri

Rektor UNPAS Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si (kiri) menerima hibah bantuan pendidikan sebesar Rp.100.000.000,-  dari Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunandi (kanan)

Melihat itu perlu tapi mendengar harus lebih perlu lagi. Mendengar itu perlu tapi mencerna lebih perlu lagi. Mencerna itu perlu tapi merasakan lebih perlu lagi.

Kalimat tersebut diucapkan Dirut Bank Mandiri, Budi Gunandi Sadikin,ketika menyampaikan kuliah umum di Kampus IV UNPAS Jl.Setiabudi No 193 Bandung,Kamis 24 Oktober 2013. Kuliah yang dihadiri sejumlah mahasiswa dan dosen tersebut dilangsungkan atas kerjasama UNPAS dengan Bank Mandiri. Aula Otto Iskandar Dinata tak mampu menampung orang yang hadir,sehingga deretan kursi ditambah dihalaman. Penyelenggaraan kuliah umum tersebut terkait dengan dies natalis UNPAS ke 53.

Budi yang Jurusan Fisika Nuklir ITB ini sekarang menjadi orang nomer satu, dibank yang nomer satu pula. Ia ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan visitas UNPAS,wabil khusus yang terkait dengan program kewirausahaan.

“kerja  sama dengan Bank Mandiri sudah lama dilakukan sebagai upaya pencerahan dosen dan mahasiswa,” demikian yang dikemukakan Rektor UNPAS Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si pada sambutannya.

Sebagian dari Program Bina Lingkungan Bank Mandiri ada yang dikucurkan untuk menunjang kegiatan UNPAS. Sebelum kuliah umum berlangsung,pihak Bank Mandiri memberikan bantuan hibah kependidikan kepada UNPAS,sebesar Rp.100.000.000,-

“Bantuan seperti itu tentu sangat berarti bagi UNPAS yang statusnya sebagai Perguruan Tinggi Swasta  yang dalam melaksanakan programnya harus berjuang dan berdarah – darah. Beda dengan perguruan tinggi negeri yang sudah dianggarkan dalam anggaran pemerintah,” ucap  Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si.

Dikatakan Budi Gunadi pada awal kuliahnya,Bank Mandiri yang merupakan perusahaan terbuka,yang karena itu program – programnya yang dilaksanakannya terkait dengan profit namun sebagian dari keuntungan tersebut dikembalikan kepada masyarakat sesuai dengan undang – undang Laba Bank Mandiri tahun lalu yang mencapai  15 Triliun. Dari jumlah itu, 4 % (sekitar 600 Milyar) diantaranya disalurkan dalam bentuk Program Bina Lingkungan atau yang juga dikenal dengan CSR (Corporate Social Responsibility).

CSR ini harus tepat sasaran. Pada dasarnya ada tujuan yang ingin dicapai pertama yaitu mencegah lingkungan membenci perusahaan yang bersangkutan dan yang kedua untuk memelihara keberlangsungan bisnis perusahaan.” Ucap Budi Gunadi. Adapun kegiatan di UNPAS lebih diarahkan untuk menumbuhkan dan membina wirausaha muda.

Kuliah Umum Dirut Bank Mandiri tersebut mengambil topik mengenai  “Leadership”. Dikatakan Budi Gunadi  bahwa kondisi masyarakat terus berubah. Karena itu pemimpin pun dituntut untuk terus berubah pula.  Tidak bisa diam atau merasa puas dengan kondisi yang ada melainkan terus berupaya mengadakan perubahan secara dinamis. Jika menurut Menteri Pendidikan kita harus mencari pemimpin yang berorde tinggi. Hal itu tidak cukup dengan treaning saja melainkan arus ditunjang oleh besarnya energi yang dimiliki seseorang.

“kalau ingin tahu kualitas pemimpin tanyalah anak buahnya dan jangan tanya atasannya,” ucap Budi Gunadi yang sebelum bekerja di Bank Mandiri pernah bergabung di perusahaan IBM,Amerika dan ditempatkan di Jepang.

Kiat lainya kita harus belajar melihat positifnya orang buka sisi negatifnya. Dengan cara itu kita akan terhindar dari sifat iri dengki lalu mampu menjalin kerja sama yang sinergis. Saat bekerja di IBM boss yang berkebangsaan Amerika pernah berkata kepada Budi Gunadi berdasarkan pengalamannya selama lima tahun berada di Indonesia.

Disebutkannya kalau ada dua gelas yang diisi kalajengking Amerika maka dalam waktu dua jam keda kalajengking itu dapat keluar dari gelas karena ada upaya bahu membahu. Sedangkan jika gelas  diisi dengan kalajengking Indonesia dan India meski setelah lewat sehari pun tak mampu keluar. Apa pasalnya ? karena masing – masing bekerja sendiri dan ketika salah satu dari kalajengking tersebut ada yang sudah hampir mampu keluar akan segera ditarik oleh kalajengking lainnya.

Dikatakan Budi Gunadi yang namanya visi itu hanyalah sekedar mimpi jika tidak diikuti dengan membuat startegi. “menurut saya mulailah dari faktor orang dulu. Upaya memakmurkan negeri hanya akan bisa tercapai jika kita memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.”

Menurut pengalaman Budi Gunadi, khususnya ketika masih duduk di bangku kuliah,calon pemimpin yang baik itu tak hanya pandai di kelas,melainkan justu dia harus aktif di luar kelas.

sumber : majalah Jumpa UNPAS

Incoming search terms:

  • strategi kalajengking

UNPAS Borong Medali Kompetisi Mobil Listrik

mesinRektor Universitas Pasundan (UNPAS), Prof.Dr.Ir.H.Eddy Jusuf Sp,M.Si mencoba mobil listrik yang diberi nama “Pangrango Go Green” produksi mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNPAS, di Bandung.

Setelah melalui kerja keras dan kerjasama kompak, Tim Jalak Harupat Universitas Pasundan (UNPAS) akhirnya meraih juara dalam ajang Indonesia Electric Vehicle Competion (IEVC) di Yogyakarta.

Ketua Tim Jalak Harupat Reza Rahadian mengatakan, apa yang diraih timnya merupakan hasil kerjasama yang solid. Dengan modal itulah, akhirnya Pangrango Go Green (mobil listrik balap) memperoleh juara 1 untuk drag race dan juara 3 untuk time attack.

Pada saat ditemui di UNPAS jl.Dr.Setiabudi No 193 Bandung Reza mengatakan “Dua mendali tersebut kian lengkap saat tim kita dinobatkan menjadi juara umum. Sungguh di luar dugaan kita bisa meraih ini semua,”

Dari awal perlombaan Pangrango tidak menargetkan meraih juara, apalagi juara umum, mengingat pengalaman dalam lomba seperti ini cukup minim. Adapun satu pelajaran yang tim peroleh hanyalah ajang KMLI 2012, ssat Unpas meraih juara 1 uji kecepatan dan uji tanjak.

Sebelum perlombaan, aku Reza, tim jalak harupat cukup mewaspadai dua universitas yakni Polban dan UNY. Keduanya merupakan tim hebat, terutama UNY dengan faktor tuan rumah.

“Puji syukur alhamdulillah, keringan kami terbayarkan dengan prestasi yang cukup membanggakan. Semoga kami bisa tetap menjaga prestasi ini dalam ajang-ajang berikutnya,”ucapnya.

Dia menambahkan Pangrango merupakan mobil balap listrik yang dibuat kurang lebih satu bulan, serta dikerjakan 10 orang. Apa yang telah diraih Pangrango saat ini, tidak lepas dari dukungan semua pihak terlebih Rektor UNPAS dan Jurusan Teknik Mesin.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Parango merupakan mobil listrik balap dengan spesifikasi motor 2 x 48 v 3000 w, baterai panasonik 4 x 12v 42 ah dan kecepatan 75 km.

sumber : http://m.inilah.com/read/detail/1997907/unpas-borong-medali-kompetisi-mobil-listrik

Page 1 of 212

Alamat Kampus

Kampus I
Jl. Lengkong Besar No. 68
Telp: 022-4205945, 4262226
Kampus II
Jl. Tamansari No. 6-8
Telp: 022-4201677 Fax: 022-4236182
Kampus III
Jl. Wartawan IV No. 22
Telp: 022-7303049
Kampus IV
Jl. Dr. Setiabudi No. 193
Phone: 022-2021440, 2019433, Fax: 022-2009267
Kampus V
Jl. Sumatera No. 41
Phone: 022-4221651

Hubungi Kami

Website: http://unpas.ac.id
Email: humas[at]unpas.ac.id
rektorat[at]unpas.ac.id

Follow us @

Universitas Pasundan Bandung