BANDUNG, unpas.ac.id — Penyerahan Surat Keputusan jabatan Ketua Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (Unpas) periode 2025-2028 Dr. H. Rohmat Sarman, S.E. M.Si. dilakukan di Ruang TB. Hasanuddin, Lantai 2 Gedung FEB Unpas, Selasa (6/1/2026).
Penyerahan tersebut dihadiri oleh Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., Dekan FEB Unpas Dr. H. Juanim, S.E., M.Si., para Wakil Dekan, Guru Besar, serta dosen FEB Unpas.

Rektor Unpas mengatakan bahwa selama 48 tahun FEB Unpas berdiri, akhirnya bisa melahirkan Prodi Baru yaitu Bisnis Digital. Kini FEB Unpas mempunyai 4 Prodi yaitu Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Bisnis Digital.
Menurutnya kelahiran Prodi Bisnis Digital bisa saling melengkapi Prodi lainnya. Prof. Azhar mendorong kepada Kaprodi Bisnis Digital agar mempersiapkan segala perangkatnya seperti kurikulum, dosen pengajar dan lain sebagainya.
Rektor Unpas berharap ke depan Prodi Bisnis Digital bisa mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja dan industri serta berkolaborasi dengan Prodi yang sudah ada.
Sementara itu, Dekan FEB Unpas Dr. Juanim menuturkan menjadi Kaprodi Bisnis Digital harus memiliki kemampuan untuk mengelola. Sebab menurutnya Prodi yang banyak bukan persoalan yang mudah. Maka dari itu, harus bisa saling mendukung agar bisa meraih akreditasi bagus.
“Kita bukan ingin melahirkan generasi bisa tapi generasi yang berkarakter sesuai visi misi kita. Saya meyakini dibawah kepemimpinan Kaprodi Bisnis Digital saat ini akan tumbuh dan berkembang dengan tata kelola yang baik serta budaya akademik yang kuat dan daya saingnya kuat,” pungkasnya.
Selain itu Dekan FEB Unpas berharap Kaprodi Bisnis Digital bisa menyusun kurikulum yang relevan, memperluat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri serta mitra startegis, mendorong produktivitas dosen dan menjaga nilai-nilai akademik.
Metode Pembelajaran Bisnis Digital FEB Unpas

Sementara itu, Kaprodi Bisnis Digital Dr. Rohmat menjelaskan bahwa metode pembelajaran di Prodi Bisnis Digital FEB Unpas dirancang applied, adaptif, dan berbasis industri. Metode tersebut mencakup:
1. Project-Based Learning (PBL)
Mahasiswa belajar dengan membuat proyek nyata seperti membangun e-commerce, riset pasar digital, atau membuat kampanye digital marketing. (Disebut dalam dokumen kurikulum dan strategi pencapaian kompetensi).
2. Case-Based Learning
Analisis kasus industri digital baik nasional maupun global.
3. Praktikum & Laboratorium Digital
– Lab Data Analytics
– Lab Digital Marketing
– Lab E-Commerce & Entrepreneurship (Sesuai kebutuhan sarana-prasarana pada dokumen pendirian prodi).
4. Blended & Online Learning
Menggunakan LMS UNPAS, video learning, dan tools kolaboratif.
5. Guest Lecture & Industry Sharing
Menghadirkan praktisi dari e-commerce, fintech, creative industry, dan start-up.
6. Magang Profesional (1 semester)
Di semester akhir, mahasiswa wajib mengikuti magang di perusahaan digital atau UMKM yang sedang melakukan transformasi digital.
“Metode ini memastikan mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga terampil dan siap kerja sejak semester akhir,” katanya. (Rani)
