BANDUNG, unpas.ac.id – Tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks menuntut calon tenaga medis tidak hanya unggul secara kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kuat serta nilai spiritual yang kokoh.
Menyadari hal tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pasundan (Unpas) menggelar Kuliah Umum Keislaman bertema “Membangun Profesional Kedokteran Berkarakter Islami”.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari, Jumat (23/1/2026), dan menghadirkan penceramah Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. atau yang akrab disapa UAS. Sekitar 400 mahasiswa FK Unpas hadir mengikuti kuliah umum tersebut.
Kuliah umum ini dihadiri oleh Rektor Unpas Prof. Dr. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan Budaya (Belmawabud) Unpas Prof. Dr. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Keuangan, dan Sistem Teknologi Informasi Unpas Prof. Dr. Ir. H. Yudi Garnida, M.P., Dekan FK Unpas, Prof. Dr. Wiryawan Permadi, dr., Sp.OG(K). beserta sivitas akademika Unpas lainnya.

Dekan FK Unpas, Prof. Dr. Wiryawan Permadi, dr., Sp.OG(K) mengatakan kehadiran UAS merupakan suatu kehormatan besar bagi FK Unpas. Prof. Wiryawan menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan agenda strategis fakultas dalam membekali calon dokter masa depan, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam kurikulum kedokteran.
“Ilmu kedokteran harus sejalan dengan akhlak mulia dan keikhlasan dalam mengabdi. Tanpa itu semua, profesi dokter akan kehilangan maknanya,” ujarnya.
Prof. Wiryawan juga meyakini materi yang disampaikan UAS dapat menjadi penguat niat dan pengingat bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan kedokteran yang panjang dan penuh tantangan, sekaligus menjadi bekal saat terjun langsung melayani masyarakat.

Sementara itu, Rektor Unpas, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., menilai kuliah umum tersebut memiliki arti penting dalam membangun sumber daya manusia bidang kedokteran yang unggul secara keilmuan serta kokoh secara moral dan spiritual.

Prof. Azhar menekankan pentingnya menjunjung nilai etika kemanusiaan dan tanggung jawab moral yang berlandaskan karakter Islami.
“Nilai amanah, kejujuran, empati, keadilan, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien harus menjadi landasan utama dalam praktik kedokteran,” katanya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan bahwa profesi dokter memiliki peran strategis dalam mengajak manusia ke jalan Tuhan melalui pelayanan kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dalam dunia medis.
“Perbedaan itu diciptakan Allah agar kita bisa saling bekerja sama. Hubungan dokter dan pasien adalah hubungan kemanusiaan, hubungan antarmanusia yang memiliki rasa dan perasaan, dan itu harus dilatih,” ungkapnya.

UAS juga menegaskan bahwa dalam Islam, hubungan dengan Tuhan tidak bisa dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama manusia. Menurutnya, profesi dokter merupakan salah satu profesi yang paling dekat dengan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga harus dijalani dengan empati, keikhlasan, dan tanggung jawab moral yang tinggi. (Rani)
