BANDUNG, unpas.ac.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas). Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpas, Angelina Harazaky Gea, berhasil meraih Juara 2 kategori Poster Infografis dalam ajang International Student Communication Festival yang diselenggarakan oleh ASPIKOM Jawa Barat pada 6 Januari 2026.
Mahasiswi semester 6 angkatan 2023 ini, aktif tidak hanya di bidang akademik tetapi juga organisasi. Ia tercatat sebagai Sekretaris Bidang Pers di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Unpas serta menjadi bagian dari tim media sosial Laboratorium Ilmu Komunikasi Unpas. Kompetisi internasional tersebut menjadi pengalaman kompetitif paling signifikan bagi Angelina selama masa perkuliahan.
Ketertarikan Angelina mengikuti International Student Communication Festival bermula dari partisipasinya dalam workshop Digital Marketing yang diselenggarakan ASPIKOM Jawa Barat. Dari kegiatan tersebut, ia mengetahui adanya perlombaan dengan berbagai kategori dan merasa tertantang untuk menguji kemampuannya di bidang desain grafis, khususnya poster infografis.

Dalam kompetisi tersebut, Angelina mengangkat tema Sustainable Development Goals (SDGs) dengan judul poster “Zero Waste, Big Impact”. Melalui karyanya, ia ingin menyampaikan pesan bahwa langkah kecil dalam mengurangi limbah, jika dilakukan secara kolektif, dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi.
“Saya ingin memotivasi audiens untuk mulai mengadopsi gaya hidup zero waste sebagai bentuk tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan,” jelas mahasiswi Ilkom Unpas semester 6 ini, Rabu (28/1/2026).
Isu utama yang diangkat dalam poster tersebut adalah normalisasi kebiasaan buruk yang kerap disepelekan masyarakat, seperti penggunaan satu sedotan plastik atau satu kantong plastik. Menurut Angelina, pola pikir “hanya satu” inilah yang menjadi akar kurangnya kepedulian terhadap dampak lingkungan jangka panjang.
Melalui karyanya, Angelina berupaya memutus rantai ketidakpedulian tersebut dengan mengubah sudut pandang audiens bahwa kesalahan kecil yang terus dimaklumi justru menjadi ancaman besar bagi bumi.
Proses kreatif yang dijalani Angelina dimulai dari pengamatan fenomena di sekitar, riset mendalam, hingga penentuan konsep visual. Ia menekankan pentingnya hierarki visual dan kejelasan pesan agar poster tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga berfungsi sebagai kampanye sosial yang mampu mendorong perubahan perilaku.
Tantangan terberat yang dihadapinya adalah mengemas informasi yang padat menjadi visual yang sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, ia juga harus mempersiapkan presentasi secara matang karena poster tersebut dipresentasikan langsung di hadapan dewan juri internasional.
Menurut Angelina, keberhasilannya meraih Juara 2 tidak lepas dari riset yang kuat, kejelasan pesan antara masalah dan solusi, serta kemampuan presentasi yang persuasif.
“Poster yang baik harus seimbang antara isi yang berbobot dan visual yang menarik,” ungkapnya.
Pencapaian ini memiliki makna besar bagi perjalanan karier Angelina ke depan. Ia menilai prestasi tersebut sebagai bukti bahwa komunikasi tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga dapat disampaikan secara kuat melalui media visual. Hal ini menjadi bekal penting baginya untuk berkiprah di industri kreatif sebagai desainer sekaligus komunikator.
Menutup pernyataannya, Angelina memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa lain agar tidak ragu berkompetisi di tingkat internasional.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Percaya pada diri sendiri, terus belajar, dan berikan yang terbaik. Setelah itu, jangan lupa berdoa dan serahkan hasilnya kepada Tuhan,” pesannya. (Rani)
