BANDUNG, unpas.ac.id — Menyambut datangnya bulan suci 1447 Hijriah, suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa di Aula Mandalasaba Ir. H. Djuanda, Kampus II Universitas Pasundan (Unpas) Tamansari, Rabu (11/2/2026).
Sivitas akademika Unpas berkumpul dalam sebuah kegiatan Mapag Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Bungah Pinanggih Munggah” yang diisi tausiyah serta doa bersama sebagai bentuk persiapan menyongsong Ramadan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. Didi Turmudzi, M.Si., Sekretaris YPT Pasundan Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., serta jajaran pimpinan Unpas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama, dan Budaya (Belmawabud) Prof. Dr. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Keuangan, dan Sistem Teknologi Informasi Prof. Dr. Ir. H. Yudi Garnida, M.P., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, PPM, dan Dana Usaha Prof. Dr. H. M. Budiana, S.I.P., M.Si., Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Syiar Islam (LPPSI) H. Popo Suryana, S.E., M.Si. serta para dekan dan sivitas akademika Unpas.

Ketua Panitia yang juga Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Syiar Islam (LPPSI) H. Popo Suryana, S.E., M.Si., mengungkapkan rasa syukur karena tahun ini kembali diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa.
“Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Nanti akan ada sejumlah kegiatan untuk mengisi bulan Ramadan, di antaranya tadarus dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama Ramadan, LPPSI akan menggelar berbagai kegiatan, seperti tadarus yang diikuti karyawan Unpas, ceramah ba’da dzuhur di tiga masjid yang ada di Kampus Unpas serta kegiatan mahasiswa seperti pembagian takjil dan pelaksanaan tarawih.
“Diharapkan rangkaian kegiatan tersebut memberi manfaat bagi seluruh civitas akademika,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Belmawabud Prof. Cartono mengajak seluruh sivitas akademika memanfaatkan momentum Ramadan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
“Syukur yang sesungguhnya adalah menunaikan amanah yang telah Allah berikan kepada kita. Sekecil apa pun amanah itu harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Prof. Cartono menambahkan, Ramadan merupakan bulan istimewa yang tidak semua orang mendapat panggilan untuk menjalaninya. Karena itu, momen tersebut perlu dimaksimalkan untuk memperkuat diri dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan institusi.

Senada dengan itu, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi menekankan pentingnya persiapan fisik dan batin dalam menyambut puasa. Menurutnya, selain menjaga kesehatan agar tetap kuat, setiap individu juga perlu membersihkan hati dari dendam dan prasangka.
“Bulan Ramadan ini harus menjadi latihan membersihkan hati. Tidak ada ruang untuk dendam. Mari berlatih menjernihkan pikiran dan saling mendoakan,” tuturnya.
Kemudian Tausiyah disampaikan oleh Ketua LPPSI Dr. K.H. Tata Sukayat yang juga memimpin doa bersama. Dalam ceramahnya, ia mengajak hadirin menyambut Ramadan dengan perasaan bahagia.
K.H. Tata menjelaskan bahwa dari kebahagiaan akan lahir energi positif dan keikhlasan dalam beribadah. Menurutnya, orang yang berbahagia saat bertemu Ramadan akan dijauhkan dari api neraka.
“Mudah-mudahan puasa tahun ini kita diberikan kekuatan serta memperoleh nikmat dan manfaatnya,” pungkasnya. (Rani)
