BANDUNG, unpas.ac.id — Perayaan Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat yang hanya muncul setahun sekali. Mulai dari makanan bersantan, kue manis, hingga camilan gurih seringkali membuat kita sulit mengontrol porsi makan. Tidak jarang, setelah berpuasa selama sebulan, banyak orang justru “kalap” saat menikmati hidangan Lebaran.
Oleh karena itu, kata Dosen FK Unpas Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Divisi Anatomi Tegar Fitriana S., dr., AIFO-K. penting untuk kembali menerapkan pola makan seimbang setelah masa perayaan berakhir. Pola makan seimbang sebenarnya perlu diterapkan setiap saat, tidak hanya setelah Lebaran.
Namun, menurutnya momen hari raya sering membuat kita mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi pola makan sehat, berbagai risiko kesehatan dapat muncul.
Ia mengatakan konsumsi gula yang berlebihan, misalnya, dapat diubah oleh tubuh menjadi lemak. Selain itu, gula dalam darah dapat mengalami proses oksidasi dan berikatan dengan lemak jahat sehingga memicu pembentukan plak pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke atau penyumbatan pembuluh darah jantung.
Sementara itu, dr. Tegar menyebut makanan yang tinggi garam dapat meningkatkan jumlah cairan di dalam pembuluh darah. Hal ini menyebabkan retensi air dan berujung pada peningkatan tekanan darah. Jika terjadi secara terus-menerus, tekanan darah tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
“Selain menjaga pola makan, kecukupan cairan tubuh juga tidak kalah penting. Cara mudah menghitung kebutuhan air putih adalah sekitar 40 cc dikalikan berat badan. Sebagai indikator sederhana, warna urin juga bisa menjadi tanda kecukupan cairan. Urin yang sehat biasanya berwarna kuning bening,” kata Dosen FK Unpas.
Tidak hanya pola makan dan minum, aktivitas fisik juga menurutnya perlu kembali dilakukan setelah masa libur Lebaran. Aktivitas fisik penting bagi semua usia karena membantu menjaga kekuatan otot dan fungsi tubuh. Setelah usia 30 tahun, massa otot secara alami mulai mengalami penyusutan yang diikuti penurunan fungsi tubuh jika tidak dijaga dengan baik.
“Untuk menjaga kebugaran, olahraga aerobik dianjurkan dilakukan sekitar 150 menit per minggu, sementara latihan beban dapat dilakukan dua kali seminggu dengan melibatkan otot-otot besar tubuh,” ujarnya.
Beberapa aktivitas sederhana kata dr. Tegar bisa dilakukan untuk memulai kembali rutinitas olahraga. Misalnya, jalan kaki selama minimal 20 menit sebagai olahraga aerobik yang mudah dan murah. Untuk latihan kekuatan otot, bisa melakukan push up, baik di tembok maupun di lantai. Latihan lain seperti leg raise untuk otot punggung atau squat bersandar di tembokjuga dapat dilakukan sesuai kemampuan dan dengan pengawasan jika diperlukan.
Kembali ke pola hidup sehat setelah Lebaran bukan berarti harus langsung melakukan perubahan drastis. Mulailah secara bertahap dengan mengatur kembali pola makan, memperbanyak minum air putih, dan rutin bergerak. Dengan langkah sederhana namun konsisten, tubuh dapat kembali bugar dan tetap sehat setelah menikmati momen hari raya. (Rani)
