BANDUNG, unpas.ac.id — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (Unpas) resmi menambah program studi baru setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pendirian Prodi Bisnis Digital dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bidang Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.
Penyerahan SK ini berlangsung di kantor LLDIKTI Wilayah IV, Kota Bandung, pada Jumat (28/11/2025). SK berizin 1023/B/O/2025 itu diserahkan langsung kepada Dekan FEB Unpas, Dr. H. Juanim, S.E., M.Si., sebagai tindak lanjut dari undangan resmi LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten nomor 1090/LL4/KL.02.00/2025.
Dekan FEB Unpas menyampaikan bahwa kehadiran prodi baru ini merupakan bagian dari strategi dalam mengikuti percepatan perkembangan industri digital.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya ingin mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menjadi motor perbuahan di berbagai sektor.
“Prodi Bisnis Digital meruapakan jawaban atas kebutuhan kompetensi baru yang muncul di era ekonomi digital yang sangat dinamis,” tuturnya.
Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si., yang dipercaya memimpin tim pengembangan Prodi Bisnis Digital mengatakan prodi ini mengembangkan kompetensi yang terintegrasi antara bisnis, teknologi, kreativitas, dan kemampuan analitis. Berdasarkan kurikulum dan profil lulusan yang telah dirancang berjumlah enam kelompok kompetensi utama.

Seluruh poin kompetensi yang dijelaskan adalah sebagai berikut:
1. Business & Digital Literacy
Mahasiswa memahami dasar-dasar bisnis, ekonomi digital, e-commerce, digital marketing, dan manajemen operasional berbasis teknologi. (Tercantum dalam body of knowledge dan PLO: teknologi informasi, bisnis digital, dan data analytics).
2.Technology Skills
Mahasiswa dibekali kemampuan menggunakan teknologi digital seperti cloud computing, digital infrastructure, analitik data, dan aplikasi digital bisnis. (RPS Bisnis Digital – materi infrastruktur & digital services).
3. Data-Driven Decision-Making
Mereka dilatih menganalisis perilaku pengguna, membaca data besar (big data), dan mengubah data menjadi insight strategis. (Profil lulusan: Digital Behavioral Analyst).
4. Digital Creativity & Storytelling
Mahasiswa mampu menciptakan konten digital yang memadukan kreativitas, budaya, dan nilai-nilai Sunda sesuai karakter lokal Unpas. (Profil lulusan: Digital Storytelling and Culture Curator).
5. Digital Transformation Capability
Mereka dilatih merancang strategi transformasi digital yang dibutuhkan oleh perusahaan modern. (Profil lulusan: Digital Transformation Strategist).

Dr. Rahmat menyampaikan bahwa mahasiswa nantinya akan diarahkan menjadi inovator dan entrepreneur digital yang adaptif dan siap bersaing.
“Intinya, prodi ini mencetak lulusan lengkap, bukan hanya paham teknologi atau bisnis, tetapi mampu menggabungkan keduanya menjadi solusi nyata,” tegasnya.
Metode Pembelajaran: Applied dan Berbasis Industri

Dr. Rohmat menjelaskan bahwa metode pembelajaran di Prodi Bisnis Digital FEB UNPAS dirancang applied, adaptif, dan berbasis industri. Metode tersebut mencakup:
1. Project-Based Learning (PBL)
Mahasiswa belajar dengan membuat proyek nyata seperti membangun e-commerce, riset pasar digital, atau membuat kampanye digital marketing. (Disebut dalam dokumen kurikulum dan strategi pencapaian kompetensi).
2. Case-Based Learning
Analisis kasus industri digital baik nasional maupun global.
3. Praktikum & Laboratorium Digital
– Lab Data Analytics
– Lab Digital Marketing
– Lab E-Commerce & Entrepreneurship
(Sesuai kebutuhan sarana-prasarana pada dokumen pendirian prodi).
4. Blended & Online Learning
Menggunakan LMS UNPAS, video learning, dan tools kolaboratif.
5. Guest Lecture & Industry Sharing
Menghadirkan praktisi dari e-commerce, fintech, creative industry, dan start-up.
6. Magang Profesional (1 semester)
Di semester akhir, mahasiswa wajib mengikuti magang di perusahaan digital atau UMKM yang sedang melakukan transformasi digital.
“Metode ini memastikan mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga terampil dan siap kerja sejak semester akhir,” katanya.

Menjawab Kebutuhan Industri Digital
Ia menjelaskan bahwa prodi ini menjawab kebutuhan industri melalui tiga pendekatan:
A. Kurikulum yang Relevan dan Responsif
Kurikulum memuat mata kuliah seperti:
• Digital Marketing
• Analisis Data Digital
• Fintech
• Digital Business Strategy
• CRM Digital
• SCM Digital
• Change Management Digital
• Analisis & Desain Bisnis Digital
(Sesuai materi RPS dan struktur kurikulum).
“Kurikulum tersebut dirancang agar relevan dengan kebutuhan startup, e-commerce, fintech, hingga perusahaan yang sedang melakukan transformasi digital,” ujarnya.
B. Profil Lulusan yang Strategis
Tiga jalur profesional utama adalah:
• Digital Transformation Strategist
• Digital Storytelling & Culture Curator
• Digital Behavioral Analyst
“Profesi-profesi ini sangat dicari di perusahaan digital,” ucapnya.
C. Koneksi Industri & Pengalaman Nyata
Kemudian Dr. Rohmat menyebut kolaborasi dilakukan melalui magang, proyek kolaboratif, guest lecture, sertifikasi digital dan workshop teknologi terkini
“Dengan pendekatan ini, lulusan Unpas tidak hanya mengikuti perkembangan industri, tetapi ikut mengisi kekosongan talenta digital nasional,” ucapnya.

Peluang Karier Lulusan
Ia menyatakan bahwa lulusan dapat bekerja di berbagai sektor, di antaranya:
Data & Digital Analytics
• Data Analyst
• Digital Behavioral Analyst
• Business Intelligence Analyst
Digital Marketing & Creative Industry
• Digital Marketing Specialist
• Social Media Manager
• Content Strategist
• Digital Storytelling Specialist
E-Commerce & Product Development
• E-Commerce Specialist
• Product Manager
• UX Research Assistant
Technology-Driven Business
• Digital Transformation Officer
• Innovation Strategist
• CRM & Customer Experience Analyst
Entrepreneurship
• Digital Entrepreneur
• Creator Economy Enterpreneur
“Karier ini mencerminkan kompetensi yang disiapkan dalam kurikulum prodi,” ujar Dr. Rohmat.
Fasilitas Pendukung Pembelajaran
Prodi Bisnis Digital menyediakan fasilitas modern yaitu Laboratorium Bisnis Digital, Lab E-Commerce, Lab Digital Marketing, Lab Data Analytics & Visualization, Ruang Kreatif (Creative Hub) untuk produksi konten, podcast, fotografi digital, motion graphic, dan storytelling digital, Perpustakaan Digital Unpas & FEB, Learning Management System (LMS) Unpas, Akses Sertifikasi Digital Industri (Google, Meta, TikTok, Hubspot, Alibaba, dan lain-lain), serta Ruang Kolaborasi dan Inkubasi Bisnis.
“Semua fasilitas ini selaras dengan kebutuhan praktik langsung dalam kurikulum,” katanya.
Disamping itu Dr. Rohmat mengatakan ada beberapa tantangan dalam membangun Prodi Bisnis Digital yaitu persaingan dengan prodi serupa, perkembangan teknologi sangat cepat, keterbatasan SDM ahli digital, ekspektasi industri yang tinggi serta adaptasi mahasiswa terhadap pembelajaran digital intensif.
Namun dirinya menegaskan tantangan ini justru menjadi peluang besar bagi Unpas untuk membangun prodi yang unggul dan berbeda.

Ia juga mengajak kepadaseluruh calon mahasiswa yang memiliki minat pada dunia teknologi, kreativitas, dan bisnis modern untuk bergabung dengan Program Studi Bisnis Digital FEB Unpas.
“Prodi ini dirancang beda dari yang lain, lebih kreatif, lebih aplikatif, dan lebih dekat dengan kebutuhan industri. Kami memadukan bisnis, teknologi, budaya Sunda, dan etika, sehingga lulusan tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter,” jelasnya.
Saat ini Unpas sedang membangun portal resmi https://bisnisdigital.feb.unpas.ac.id.
Portal tersebut akan menjadi pusat informasi, showcase karya mahasiswa, materi digital learning, hingga pendaftaran kegiatan akademik dan kompetisi.
“Kami mengundang seluruh pelajar, orang tua, praktisi industri, dan komunitas digital untuk ikut berkolaborasi dan tumbuh bersama dalam ekosistem digital Unpas. Selamat datang di Prodi Bisnis Digital Unpas. Tempat kreativitas, teknologi, dan masa depan bertemu,” pungkasnya. (Rani)
