BANDUNG, unpas.ac.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas). Adam Ayyasy Firdaus, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Unpas, berhasil meraih Juara Kelas Mahasiswa Kumite Perorangan Putra pada Kejuaraan Nasional Karate Kemenpora STKIP Pasundan 2026.
Kejuaraan nasional tersebut diselenggarakan di GOR Padjajaran, Kota Bandung, pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026, dan diikuti oleh atlet-atlet karate terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Perjalanan Adam Ayyasy dalam dunia karate dimulai sejak tahun 2015. Ia mengungkapkan bahwa awal ketertarikannya pada cabang olahraga bela diri ini berangkat dari pengalaman pribadi yang tidak mudah.
Keterbatasan ekonomi serta kondisi fisik yang lemah membuatnya kerap mengalami perundungan. Melihat kondisi tersebut, orang tuanya mendorong Adam untuk belajar karate di Dojo KKI Padalarang agar mampu menjaga dan membela diri.
Seiring berjalannya waktu, karate bukan hanya menjadi sarana perlindungan diri, tetapi juga jalan prestasi bagi Adam Ayyasy. Medali pertamanya diraih saat duduk di bangku kelas 6 SD, dengan meraih juara 3 pada kejuaraan daerah perguruan. Prestasi tersebut menjadi titik awal perjalanan panjangnya di dunia karate.
Berkat konsistensi prestasi, Adam diterima di SMPN 1 Padalarang melalui jalur prestasi, kemudian melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Cisarua dengan jalur yang sama. Hingga kini, ia dapat melanjutkan studi di Universitas Pasundan berkat prestasi yang diraih di bidang karate.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga bisa mengharumkan nama Universitas Pasundan dan berdiri di podium juara, bersaing dengan universitas-universitas unggulan lainnya,” ungkap Adam.
Dalam perjalanannya, Mahasiswa semester 2 ini mengaku menghadapi tantangan besar, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan nonakademik. Untuk menunjang prestasinya, ia rutin berlatih di Klub Kazoku Kodim 0618/Kota Bandung serta mengikuti latihan karate di lingkungan Universitas Pasundan. Di sela waktu senggang, Adam juga menjalani latihan fisik secara mandiri.
Secara teknis, Adam mengandalkan strategi attack, dengan membaca momentum yang tepat agar tidak mudah terkena counter attack lawan. Ia mengaku terinspirasi oleh karateka legendaris asal Azerbaijan, Rafael Aghayev, yang dikenal dengan taktik cerdas dan permainan yang indah.
Meski menyadari bahwa prestasi olahraga memiliki batas usia, Adam memandang pencapaiannya sebagai bekal penting untuk masa depan. Ia bahkan menyimpan mimpi besar untuk bisa menjadi juara dunia karate, meskipun merasa jam terbangnya masih perlu banyak ditingkatkan.
“Tidak ada kata terlambat untuk seseorang yang ingin sukses. Hal indah tidak bisa kita dapatkan dengan mudah,” ujarnya yang menegaskan bahwa setiap pencapaian besar selalu membutuhkan proses, pengorbanan, dan ketekunan.
Prestasi Adam Ayyasy Firdaus menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berjuang dan berprestasi. (Rani)
