BANDUNG, unpas.ac.id — Mahasiswa tak perlu memilih antara kuliah atau karir. Di era digital saat ini, keduanya bisa berjalan beriringan. Hal itu disampaikan oleh Presiden BEM KM Universitas Pasundan, Ridho Dawam Mulkillah, dalam program Indonesia Menyapa yang digelar RRI Pro 3 bekerja sama dengan Universitas Pasundan (Unpas), Rabu (8/10/2025), di Aula Mandala Saba R. Otto Iskandardinata, Kampus IV Setiabudi.
Program ini menjadi ruang penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menyuarakan pandangan serta merespons perubahan zaman dengan sikap adaptif dan produktif.
Dalam dialog dengan topik “Kuliah Jalan, Karir Jalan, Bisakah Beriringan?”, Ridho menekankan bahwa ruang digital telah membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar, tetapi juga berkarya dan menghasilkan secara mandiri.
“Kami, mahasiswa, hidup di era digital yang sangat kuat. Media sosial dan platform digital bukan lagi hanya tempat hiburan, tapi sudah menjadi ruang hidup baru yaitu tempat belajar, bekerja, bahkan berekspresi. Ini adalah peluang yang besar,” ungkapnya.
Ia menggambarkan bagaimana dunia maya telah menjadi ruang alternatif bagi mahasiswa untuk membangun karier, termasuk melalui platform seperti TikTok, YouTube, hingga game seperti Roblox.
“Banyak teman-teman mahasiswa Unpas yang aktif membuat konten, melakukan siaran langsung, dan mendapatkan penghasilan. Tapi itu tidak berarti harus meninggalkan kuliah. Kuncinya adalah manajemen waktu dan fokus,” ujarnya.
Dawam mengakui bahwa sebagian mahasiswa memang memilih untuk fokus pada dunia kerja digital, namun ia menekankan bahwa banyak pula yang mampu menjadikan dunia digital sebagai sarana penunjang, bukan pengganti, pendidikan formal.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran mahasiswa untuk mengambil peran positif dalam ruang digital, menjadikannya bukan sekadar tempat konsumsi konten, tapi juga tempat produktivitas. (Rani)
