BANDUNG, unpas.ac.id — Dalam dunia perkuliahan, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh nilai ujian semata. Salah satu faktor penting yang sering kali dianggap sepele, namun memiliki dampak besar, adalah keaktifan di kelas.
Aktif di kelas bukan berarti harus selalu berbicara atau mendominasi diskusi, melainkan berani terlibat, berpikir kritis, dan berkontribusi dalam proses pembelajaran. Lalu, mengapa aktif di kelas itu penting bagi mahasiswa Unpas? Berikut penjelasannya.
1. Membantu Memahami Materi Lebih Mendalam
Keaktifan di kelas, seperti bertanya, menjawab pertanyaan, atau ikut berdiskusi, membantu mahasiswa memahami materi secara lebih mendalam. Ketika mahasiswa terlibat langsung, otak akan bekerja lebih aktif dalam mengolah informasi, bukan sekadar menerima secara pasif.
Mahasiswa bisa mengklarifikasi hal-hal yang belum dipahami dengan bertanya. Mahasiswa belajar melihat suatu topik dari berbagai sudut pandang dengan berdiskusi. Hal ini membuat materi kuliah lebih mudah diingat dan dipahami dalam jangka panjang.
2. Melatih Kemampuan Berpikir Kritis
Perguruan tinggi adalah tempat untuk mengasah berpikir kritis dan analitis. Keaktifan di kelas mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menganalisis, mengevaluasi, dan mengemukakan pendapat.
Saat mahasiswa berani menyampaikan pandangan atau argumen, mereka belajar menyusun logika, menggunakan data, serta mempertanggungjawabkan pendapatnya. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
3. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Bagi sebagian mahasiswa, berbicara di depan kelas memang terasa menantang. Namun, justru dari sinilah kepercayaan diri terbentuk. Semakin sering mahasiswa aktif, semakin terbiasa mereka menyampaikan pendapat di ruang publik.
Kepercayaan diri yang terlatih di kelas akan sangat berguna, baik saat presentasi, mengikuti seminar, wawancara kerja, maupun saat terjun langsung ke masyarakat sebagai lulusan Unpas.
4. Membangun Relasi Akademik yang Baik
Aktif di kelas juga membuka peluang untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan dosen dan sesama mahasiswa. Dosen cenderung lebih mengenal mahasiswa yang terlibat aktif, sehingga komunikasi akademik menjadi lebih terbuka.
Selain itu, diskusi dan kerja kelompok di kelas dapat mempererat relasi antar mahasiswa. Relasi ini tidak hanya bermanfaat selama masa kuliah, tetapi juga bisa berlanjut menjadi jejaring profesional di masa depan.
5. Menunjang Penilaian Akademik
Dalam banyak mata kuliah, keaktifan di kelas menjadi salah satu komponen penilaian. Partisipasi menunjukkan keseriusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan dan proses belajar.
Namun lebih dari sekadar nilai, keaktifan mencerminkan sikap tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika akademik.
6. Membentuk Karakter dan Soft Skills
Mahasiswa yang aktif di kelas secara tidak langsung sedang melatih berbagai soft skills, seperti komunikasi, kerja sama tim, empati, dan kemampuan mendengarkan pendapat orang lain.
Soft skills ini sangat dibutuhkan di dunia kerja dan menjadi pembeda antara lulusan yang hanya unggul secara akademik dengan lulusan yang siap bersaing secara profesional dan sosial.
7. Aktif Itu Tidak Harus Sempurna
Penting untuk dipahami bahwa aktif di kelas tidak berarti harus selalu benar atau berbicara dengan sempurna. Bertanya karena belum paham, menyampaikan pendapat sederhana, atau menanggapi diskusi sudah merupakan bentuk keaktifan.
Lingkungan akademik yang sehat adalah tempat untuk belajar, mencoba, dan berkembang. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar itu sendiri.
Keaktifan di kelas bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari proses pembentukan mahasiswa yang kritis, percaya diri, dan berkarakter. Melalui keaktifan, mahasiswa Unpas tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman, nilai, dan keterampilan yang akan berguna sepanjang hayat. (Rani)
