BANDUNG, unpas.ac.id – Tim mahasiswa Magister Kenotariatan (MKN) Pascasarjana Universitas Pasundan kembali merebut piala bergilir Komar Andasasmita Padjadjaran Notarial Fair yang diadakan oleh Magister Kenotariatan Unpad.
Pada Lomba Akta Nasional 2024 yang digelar akhir Januari hingga awal Maret 2024 ini, MKN Unpas mengirimkan dua tim dan berhasil menyabet juara 1 (Tim Waarmerking) dan juara 3 (Tim Partij), serta piala bergilir untuk kedua kalinya.
Ketua Tim MKN Unpas Bryan Gervian Adam mengatakan, timnya menyisihkan 14 tim dari berbagai perguruan tinggi dan masuk ke babak final untuk bersaing dengan tim dari tuan rumah, Universitas Indonesia, dan Universitas Jenderal Soedirman.
“Bagi kami, ini prestasi yang sangat membanggakan karena kami bisa membawa pulang piala bergilir yang sebelumnya pernah diraih di tahun 2022. Kami membuktikan bahwa kami bisa bersaing dengan kompetitor yang sebagian besar berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN),” ungkapnya.
Anggota Tim Waarmerking, Yoga Santoso menuturkan, dalam kompetisi, kerja sama tim sangat penting. Menurutnya, hal itu jadi salah satu kunci keberhasilan tim MKN Unpas, sehingga mampu bersaing dengan tim unggulan.
“Dalam kompetisi, kita bukan saling menonjolkan kemampuan diri, namun lebih ditekankan pada kerja sama dan saling melengkapi satu sama lain,” tuturnya.
“Pertanyaan yang diajukan juga sudah kami dapatkan materinya di kelas. Meskipun setiap tahun tingkat kesulitan pertanyaan dan wawancara semakin tinggi,” tambahnya.

Bukti Rekognisi Mahasiswa MKN Unpas
Kaprodi MKN Unpas Irma Rachmawati, S.H., SP-1., M.H., Ph.D. turut bangga dengan capaian prestasi mahasiswanya. Menurutnya, pencapaian tersebut menandakan rekognisi mahasiswa MKN Unpas secara nasional.
“Ini akan berdampak positif pada promosi prodi MKN Unpas. Keberhasilan tim mahasiswa dalam meraih prestasi di tingkat nasional akan meningkatkan citra dan reputasi prodi, sehingga dapat menarik minat calon mahasiswa baru untuk bergabung,” kata Irma.
Ia berharap, kualitas MKN Unpas dan laboratorium akta (TPA) semakin meningkat agar bisa menjadi pusat pembelajaran, terutama dalam pengembangan profesionalisme di bidang pembuatan akta otentik.
Lab TPA merupakan sarana penting bagi mahasiswa MKN Unpas untuk berlatih dan mengasah keterampilan dalam menganalisis kasus dan menerapkan regulasi notaris, sehingga mereka siap mengikuti berbagai kompetisi maupun mempraktikkannya pada situasi nyata.
“Padjadjaran Notarial Fair adalah lomba akta nasional yang prestisius dan MKN Unpas rutin berpartisipasi. Lomba ini biasanya diikuti PTN dan PTS di Indonesia. Tantangannya cukup besar, karena kompetitornya kebanyakan PTN yang sudah lebih lama memiliki prodi MKN, sementara MKN Unpas terbilang paling muda di antara peserta lainnya,” paparnya.
Ia menambahkan, dengan prestasi itu, diharapkan mahasiswa lebih semangat mengikuti mata kuliah akta. Sebab, mata kuliah akta kerap dianggap menakutkan.
“Tapi saya selalu meyakinkan bahwa menempuh mata kuliah akta tujuannya bukan hanya untuk lulus, melainkan menjadikan mahasiswa capable atau mampu, karena untuk bisa membuat akta yang baik, maka perlu praktik yang intensif dan pemahaman yang mendalam. Lomba ini jadi wahana pelatihan, karena ketika masuk ke dunia notariat kita harus cepat memutuskan solusi dan memecahkan masalah. Kalau tidak, kita tidak bisa bersaing dengan notaris lain,” jelas Irma. (Reta)**
