BANDUNG, unpas.ac.id – Industri musik di era digital saat ini memiliki peluang pasar yang sangat besar dan menjanjikan. Pernyataan ini disampaikan Kaprodi Seni Musik FISS Universitas Pasundan (Unpas), Ir. Yayat Ahmad Hidayat, M.Sn. menanggapi masih adanya anggapan di masyarakat bahwa dunia musik tidak menjanjikan secara ekonomi.
Menurutnya, stigma lama yang berkembang di kalangan orang tua, bahwa profesi musisi sulit menjamin kehidupan, muncul karena adanya keterbatasan pemahaman terhadap perubahan industri musik saat ini. Ia menilai anggapan tersebut sudah tidak relevan, apalagi di era digital, ketika distribusi musik tidak lagi bergantung pada label besar. Kini, musisi bisa sekaligus menjadi produser dan pemasar karya mereka sendiri melalui media sosial.
“Siapa pun bisa jadi musisi sekaligus produser dan marketer. Sekarang, pemasaran bisa dilakukan langsung ke konsumen. Yang penting itu bukan hanya bisa main musik, tapi juga punya jiwa entrepreneur, punya jaringan, paham teknologi musik,” katanya, Kamis (10/7/2025).
Yayat menegaskan bahwa industri musik sangat luas dan tidak terbatas hanya pada penjualan lagu atau pertunjukan di panggung. Industri ini mencakup berbagai sektor mulai dari produksi rekaman, penyediaan jasa audio, pendidikan musik, ilustrasi musik untuk film dan sinetron, hingga merchandise dan studio rekaman.
“Dulu musik dianggap sebatas hobi. Sekarang, bukan hanya musisinya yang bisa hidup dari musik, tetapi juga tim dan official-nya. Bahkan merchandise dan studio pun bisa dijadikan sumber pendapatan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh Program Studi Seni Musik Unpas tidak hanya berfokus pada pelestarian musik semata. Unpas mengarahkan pendidikan musik sebagai bagian dari industri kreatif yang mampu memberikan dampak ekonomi.
“Kami tidak sekadar konservatif. Seni Musik Unpas terus berkembang dan beradaptasi. Bukan hanya untuk melestarikan, tapi bagaimana musik itu bisa menghidupi. Ini membedakan kami dengan banyak institusi lain,” ujarnya.
Dengan basis pasar yang besar dan ragam genre musik yang terus tumbuh, Yayat menekankan bahwa kunci utama untuk sukses di industri musik adalah kemampuan praktis, teoritis, jejaring yang kuat, serta pemahaman terhadap dinamika pasar.
“Selama manusia masih mendengarkan musik, industri ini akan terus hidup. Sayang sekali kalau peluang besar ini tidak dimanfaatkan,” pungkasnya. (Rani)
