BANDUNG, unpas.ac.id – Setelah dilakukan Technical Meeting pada 29 November lalu, hari ini para calon Duta Kampus Universitas Pasundan (Unpas) 2024 diberikan pembekalan di Aula Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (4/12/2024) ini dihadiri oleh Kepala Biro Bidang Kemahasiswaan Unpas Rd. Hj. Iin Martina, S.H., Kepala Biro Bidang Akademik Unpas Dra. Heni Cahyani, M.Si., Pembina Duta Kampus Unpas Kiki Nurzakiah, S.Sos. dan civitas akademika lainnya.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama dan Budaya (Belmawabud) Unpas, Prof. Dr. Cartono, M.Pd., M.T., DJ Arie, Sanny Megawati Budiana, S.Sos., M.I.Kom., Aldi Saputra, S.T. dan Dadan Soekardan., S.E., M.Ak. yang memberikan pembekalan materi kepada calon Duta Kampus Unpas 2024.

Wakil Rektor Belmawabud menyampaikan materi mengenai Unpas dan Kepasundanan. Prof. Cartono mengatakan bahwa falsafah Tri Jatidiri Unpas adalah yang pertaman pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana. Kedua nyantri, nyuda, nyakola dan ketiga silih asah, silih asih, silih asuh.
Disamping itu, menurutnya setiap masa pasti ada waktunya dan peran Duta Kampus akan selalu berganti. Namun satu hal yang harus tetap dijaga adalah semangat menjadikan Unpas tetap berkibar di negeri ini.
“Seperti amanat pendiri Paguyuban Pasundan yang memerangi kemiskinan dan kebodohan, Duta Kampus harus menjadi contoh dalam menjalankan misi mulia ini,” tegasnya.

Materi kedua mengenai Public Speaking disampaikan oleh Mas DJ Arie. Ia menerangkan soal opening number, speech/opening statement dan question & answer (Q&A). Dalam penyampaian materi ini, Mas DJ Arie mengajak para calon Duta Kampus untuk mempraktekkannya langsung.
How To be a Duta Kampus Unpas

Kemudian, Sanny Megawati memberikan wawasan mengenai bagaimana membangun citra kampus yang unggul. “Menjadi Duta Kampus bukan hanya tentang menjadi wajah dari universitas, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat dan mahasiswa,” ujarnya.
Dalam peran ini, Sanny mengatakan etika, manner, dan personal branding menjadi pondasi utama yang harus dimiliki untuk menciptakan kesan yang positif dan membangun citra kampus yang unggul.
“Sebagai Duta Kampus, etika dan manner adalah kunci utama untuk menciptakan hubungan yang baik dengan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Tata krama yang baik mencerminkan sikap profesional dan mampu meningkatkan citra kampus,” terangnya.

Sanny menjelaskan membangun personal branding yang positif dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Duta Kampus dan Unpas. Langkah untuk membangun personal branding yaitu tentukan nilai diri yang ingin ditonjolkan seperti kejujuran dan profesionalisme, jaga konsistensi dalam perilaku dan komunikasi dan pastikan kehadiran digital Anda mencerminkan citra yang positif.
“Dengan menerapkan etika, manner, dan membangun personal branding yang kuat, Anda tidak hanya menjadi wajah bagi kampus, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang,” pungkasnya.
Protokoler Unpas

Sementara itu, Dadan Soekardan, S.E., M.Ak menyampaikan mengenai Keprotokolan di Unpas. Ia menjelaskan bagian protokoler adalah unit kerja di perguruan tinggi yang bertanggung jawab untuk merencanakan, mengelola dan mengorganisir acara-acara formal yang dihadiri oleh pimpinan atau pihak eksternal.
“Protokoler berperan dalam memastikkan agar semua acara berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan etika yang diharapkan,” ujarnya.
Dadan menjelaskan Duta Kampus bertugas untuk memperkenalkan, mempromosikan dan menjaga citra positif perguruan tinggi, baik dalam aspek akademik, sosial, budaya, maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kehidupan kampus.
How To be a Content Creator as Campus Ambassador

Terakhir, Aldi Saputra, S.T menyampaikan materi mengenai bagaimana menjadi seorang konten kreator Duta Kampus dan bagaimana cara mengoptimalisasi media sosial.
“Adanya perangkat digital seperti smartphone dan akses internet yang terjangkau, semua orang bisa menjadi media. Platform yang kita tuju menentukan nature dari konten kita. Tiap platform cocok untuk konten yang berbeda,” jelas Aldi.
Ia menerangkan bahwa konten yang bagus adalah yang penting untuk diri sendiri dan bisa memberikan nilai kepada orang lain. Konten yang memiliki value adalah yang bisa memberikan pengetahuan baru, memecahkan masalah dan menghibur.
“Jangan fokus kepada yang paling bagus atau hebat, tapi fokuslah menjadi yang paling beda,” katanya.
Aldi juga memberikan rumus untuk membuat konten dengan sebuah brand menggunakan rumus hooking yaitu Hook + Isi + Call to Action. Selain itu bisa juga dengan rumus storytelling yaitu Karakter + Tujuan + Masalah + Produk as a “hero”.

Ketua Pelaksana Marthias Daffa, S.S bahwa acara pembekalan ini adalah rangkaian kedua setelah proses seleksi. “Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar tanpa kendala dan memberikan bekal yang cukup untuk menghadapi grand final serta tugas-tugas yang akan dijalankan para Duta Kampus selama 1 hingga 2 tahun mendatang,” harapnya. (Rani)
