BANDUNG, unpas.ac.id – Seringkali orang yang menjalani Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dianggap sebagai kerjaan sampingan. Padahal UMKM adalah jalan bagi orang-orang yang ingin mengaktualisasi diri dan bisa memenuhi kebutuhan ekonomi. UMKM bukanlah usaha kecil, tetapi profesi yang tidak kalah menarik dan membanggakan.
Hal ini disampaikan oleh Alumnus Magister Manajemen Universitas Pasundan Tahun 2024 yang juga Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, S.E., M.M dalam orasi ilmiahnya saat wisuda Sarjana, Magister dan Doktor Universitas Pasundan (Unpas) Gelombang I Tahun Akademik 2024/2025 pada sesi kedua, Minggu (10/11/2024).
“UMKM hadir sebagai ruang aktualisasi diri, menjadi pelaku UMKM menuntut jiwa merdeka dan kreatif. Kreatifitas bukan hanya seni dan inovasi, tetapi cara menjadi diri sendiri, berarti pelaku UMKM menciptakan sesuatu yang baru,” kata Wamen UMKM.
Ia mengatakan UMKM merupakan tulang punggung yang bisa menyerap tenaga kerja. Meskipun punya peran penting, sektor ini juga harus menghadapi tantangan. Tentu alumni Unpas yang akan menjadi pelaku UMKM diharapkan mampu mengahadapi tantangan tersebut.
“Wirausaha bukan hanya menghasilkan keuntungan tapi bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan dan bisa memberdayakan orang-orang di sekitar kita. Sebagai alumni Unpas, harus memiliki kemampuan berpikir kreatif dan menghasilkan solusi baru untuk masyarakat. Penting bagi kita terus menggali ide baru dan memperbaharui strategi serta mengikuti tren yang baru,” terangnya.

Dalam orasinya, Wamen UMKM ini menyampaikan bahwa Presiden Prawbowo Subianto telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2024 tanggal 5 November 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet Kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan; perikanan dan kelautan; serta UMKM lainnya.
Dengan ini, pemerintah berharap dapat membantu para produsen yang bekerja di bidang pertanian, UMKM, dan sebagai nelayan yang merupakan produsen pangan yang sangat penting, mereka dapat meneruskan usaha-usaha mereka, dan mereka bisa lebih berdaya guna untuk bangsa dan negara.
“Oleh karena itu, UMKM telah mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto dengan PP No. 47 Tahun 2024. Ke depan agenda terhadap sektor UMKM akan menjadi prioritas. Mengingat pentingnya bagi kehidupan banyak masyarakat,” ujarnya.
Helvi Ajak Wisudawan Unpas Jadi Agen Perubahan melalui UMKM

Helvi menyebut UMKM telah berperan penting bagi kehidupan masyarakat, diantaraya sebagai sarana pemerataan ekonomi rakyat kecil, menuntaskan kemiskinan dan pemasukan devisa bagi negara.
“Banyak alumni yang memulai usaha sosial, mereka melakukan pelatihan dan menciptakan lapangan kerja, ada juga yang menciptakan platform yang bisa memperluas jaringan hingga berbagai negara. Pelaku UMKM pahlawan tanpa tanda jasa yang telah berjasa pada negara dan sebagai pilar penting ekonomi,” katanya pada saat bertepatan dengan momen Hari Pahlawan.
Menurutnya seseorang harus berani berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru. “Pulang dari sini wisudawan tidak hanya membawa gelar tapi bisa menjadi agen perubahan. Dengan semangat wirausahawan dan inovasi Anda dapat menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan. Mari kita bersama wujudkan Indonesia lebih sejahtera dengan mengembangkan UMKM,” pungkasnya. (Rani)
