(022) 2021440
rektorat@unpas.ac.id
  • Kemahasiswaan
    • Career Development Center
    • Unit Kegiatan Mahasiswa
    • Alumni
    • Tracer Study
  • Blog
  • Tentang
    • Sambutan Rektor
    • Sejarah
    • Visi Misi dan Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Makna Lambang
    • Tur Kampus Virtual
    • Yayasan
  • Akademik
    • Akreditasi
    • Kalender Akademik
    • Fakultas dan Program
  • Litabmas
  • Inovasi & Kerjasama
  • Kampus Berdampak
Daftar
Home
Berita
Unpas Menambah 2 Doktor dalam Sepekan

Unpas Menambah 2 Doktor dalam Sepekan

Posted on January 30, 2016

[dropcap]U[/dropcap]niversitas Pasundan menambah lagi dosen yang bergelar doktor dalam waktu satu pekan. Mereka adalah Drs. Abu Huraerah, M.Si dan Ririn Dwi Agustin. Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpas, Drs. Abu Huraerah, M.Si meraih gelar doktor pada sidang terbuka promosi doktor yang dilaksanakan di FISIP Universitas Indonesia, Depok, Kamis 14 Januari 2016.  Sedangkan  Ketua Program Studi Teknik Informatika, Ririn Dwi Agustin, ST., MT dosen pada program studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung, meraih gelar doktor pada sidang terbuka Sekolah Pascasarjana Institut Teknologi Bandung, Kamis 21 Januari 2016.

Abu Huraerah

Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpas, Drs. Abu Huraerah, M.Si meraih gelar doktor pada sidang terbuka promosi doktor yang dilaksanakan di FISIP Universitas Indonesia, Depok, Kamis 14 Januari 2016. Abu berhasil mempertahann disertasinya berjudul “Kebijakan Per lindungan Sosial bagi Masyarakat Miskin, Analisis Perspektif Dynamic Governance dalam Kebijakan Pengembangan Perlindungan Sosial Bidang Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Kota Bandung”.

          Menurut Abu Huraerah, Indonesia telah mencatat sejarah baru dalam SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), yaitu dengan telah beroperasinya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014, yang secara bertahap melaksanakan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mencapai cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) pada tahun 2019.

          Pembentukan Undang-undang tentang BPJS ini merupakan pelaksanaan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN, setelah Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap perkara Nomor 007/PUU-III/2005, guna memberikan kepastian hukum bagi pembentukan BPJS untuk melaksanakan program Jaminan Sosial di seluruh Indonesia.

          Perlindungan sosial merupakan elemen penting dalam strategi kebijakan sosial untuk menurunkan tingkat kemiskinan. Salah satu bentuk perlindungan sosial adalah jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, yang pembiayaannya ditanggung oleh Pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD. Hal ini membuktikan suatu responsibilitas dan akuntabilitas Pemerintah dalam bidang jaminan kesehatan.

          Pemerintah Daerah melalui kebijakan otonomi daerah memiliki peran dan tanggungjawab melaksanakan kebijakan tersebut. Dalam hal ini, Pemerintah Daerah perlu melakukan percepatan persiapan pelaksanaan  jaminan kesehatan, khususnya berkaitan dengan aspek kepesertaan, pelayanan, dan pembiayaan. JKN di Kota Bandung telah berunifikasi dari Jamkesda (Bawaku Sehat/Bantuan Walikota untuk Kesehatan) ke JKN. Ini adalah sebagai konsekuensi Pemerintah Daerah untuk melaksanakan kebijakan perlindungan sosial dalam menanggulangi masyarakat miskin.

T        erkait dengan persiapan pelaksanaan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin masih ditemui beberapa hal sebagai berikut: (1) kualitas layanan kesehatan masih rendah, seperti: lamanya waktu tunggu layanan kesehatan dan ketidakpastian waktu pemeriksaan kesehatan (2) masih terbatasnya akses orang-orang miskin dan tidak mampu terhadap pemenuhan hak jaminan kesehatan. Hal ini terjadi karena data kepesertaan masyarakat miskin yang tidak valid, (3) masih terdapat diskriminasi layanan kesehatan antara pasien umum dengan pasien BPJS Kesehatan, dalam mekanisme pendaftaran berobat jalan, (4) ketersediaan dan kualitas fasilitas kesehatan yang kurang memadai, (5) belum terpenuhinya jumlah, jenis, kualitas, dan penyebaran tenaga kesehatan di tingkat layanan kesehatan primer, dan (6) belum maksimalnya sosialisasi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) di tingkat bawah (grass root) menyebabkan masyarakat penerima manfaat, khususnya masyarakat miskin peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) kurang memahami manfaat program JKN.

          Dalam disertasinya, Abu Huraerah menyimpulkan :

  1. Kinerja aparat dalam penerapan jaminan kesehatan diwarnai kultur: (1) pragmatis, (2) birokratis, (3) rigiditas, (4) non-partisipatif, dan (5) short-term orientation.
  2. Penerapan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin diwarnai sikap normatif dan imperatif. Sikap normatif aparat ini adalah sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan menjadikan peraturan perundang-undangan sebagai acuan dalam mentransformasikan program jaminan kesehatan. Sementara, sikap imperatif adalah sikap instruktif aparat dalam memerintah dan mengarahkan pelaksanaan program jaminan kesehatan.
  3. Aparat memiliki orientasi able people, yakni memiliki komitmen terhadap pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan juga memiliki agile processes, seperti dalam hal transparansi rekrutmen pegawai dan mapping fasilitas kesehatan. Sementara, thinking again ditunjukkan oleh pemahaman aparat pada masalah dan metode pemecahannya, serta pemetaan sistem rujukan. Sedangkan, thinking across ditandai dengan adanya koordinasi penanggulangan kemiskinan, proses transformasi kelembagaan dan program, serta terdapat inovasi pelayanan kesehatan. Namun, terdapat juga unable people, yakni sebagian masyarakat miskin yang belum mendapatkan akses terhadap kepesertaan PBI dan kecenderungan PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) yang mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang sakit saja. Selain itu, non agile processes juga nampak pada mekanisme pengajuan kepesertaan PBI berubah-ubah, sehingga masyarakat miskin dan tidak mampu mengalami kesulitan untuk memperoleh kepesertaan PBI.
  4. Kebijakan adaptif (adaptive policies) Pemerintah Kota Bandung dalam konteks persiapan jaminan kesehatan diwujudkan dalam bentuk: (1) kesiapan anggaran, (2) kesiapan data kepesertaan, (3) kesiapan birokrasi, (4) kesiapan SDM kesiapan, dan (5) kesiapan fasilitas kesehatan.
  5. Terdapat respon pasien yang beragam dalam penerapan jaminan kesehatan. Mereka mengakui dan merasakan bahwa program jaminan kesehatan bermanfaat. Namun, kualitas pelayanan kesehatan masih belum memenuhi harapan mereka. Oleh karena itu, kualitas pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan.
  6. Secara prosedural, masyarakat miskin dan tidak mampu masih banyak yang belum terdata, sehingga mereka belum memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan. Secara sosial, masih terdapat masyarakat miskin tidak mendapatkan hak atas jaminan kesehatan, sementara masyarakat yang tergolong tidak miskin (mampu) bisa mendapatkan hak atas jaminan kesehatan. Secara politik, terdapat upaya memberikan akses bagi orang-orang yang dekat dengan elit kekuasaan di tingkat grass root untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

          Abu Huraerah juga menyampaikan beberapa rekomendasi yang perlu menjadi perhatian adalah sebagai berikut:

  1. Pemerintah Kota Bandung perlu mengubah pola pikir (mind set), sikap, dan perilaku birokrasi yang dapat menghambat percepatan persiapan pelaksanaan jaminan kesehatan, dengan transformasi budaya birokrasi melalui pembinaan dan pembelajaran.
  2. Pemerintah Kota Bandung dan BPJS Kesehatan Kota Bandung perlu membangun able people berkaitan dengan perbaikan rekrutmen dan pola karier pegawai dalam memenuhi dan meningkatkan kualitas SDM. Sementara, untuk ­membangun agile processes, selain SDM yang capable, juga perubahan tata laksana administrasi Pemerintah Daerah, pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kesehatan.
  3. Pemerintah Kota Bandung hendaknya dapat membangun data base kepesertaan PBI dengan menggunakan metodologi mapping yang tepat. Apabila data kemiskinan yang berbasis pada kriteria spesifik daerah dapat diperoleh, maka strategi dan upaya-upaya untuk mengatasi masalah kemiskinan menjadi jelas. Oleh karena itu, basis data kemiskinan adalah hal yang penting untuk disusun secara lengkap dan akurat, yang dapat dijadikan acuan dasar kebijakan sosial bagi masyarakat miskin.
  4. Pemerintah Kota Bandung perlu mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan dengan aksi cepat dan mudah serta mengaplikasikan ide kreatif. Mengenai hal tersebut, perlu penerapan metode untuk membangun sistem inovasi pelayanan kesehatan. Selain metode, inovasi pelayanan kesehatan juga berkaitan dengan bentuk, pesan, pengirim pesan, waktu, dan tempat.
  5. Pemerintah Kota Bandung, BPJS Kesehatan Kota Bandung, Perguruan Tinggi, dan masyarakat seharusnya secara bersama-sama ikut terlibat dalam melakukan sosialisasi JKN yang berkesinambungan kepada masyarakat di tingkat bawah (grass root). Sosialisasi JKN bukan hanya menyangkut mekanisme pendaftaran saja yang selama ini dilakukan, tetapi yang lebih penting adalah untuk mengubah perilaku sehat. Masyarakat perlu memahami dan menyadari akan pentingnya kesehatan, yang pada gilirannya bisa membentuk budaya sehat. ­Dengan telah terbentuknya budaya sehat akan mengurangi risiko penyakit yang mungkin timbul.

Ririn Dwi Agustin

          Ririn Dwi Agustin, dosen pada program studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung, meraih gelar doktor pada sidang terbuka Sekolah Pascasarjana Institut Teknologi Bandung, Kamis 21 Januari 2016. Ririn, yang ketika sidang terbuka ini masih menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknik Informatika, berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Model Arsitektur Serious Game For Learning dengan Komponen-Game Adaptif sebagai Representasi Learning Content”. Ririn adalah doktor ke 39 di Fakultas Teknik Universitas Pasundan.

          Menurut Ririn, game adalah seni dan teknik untuk menyajikan pilihan, menerima aksi pemain untuk memilih, mengelola task yang harus dikerjakan pemain berdasarkan pilihannya tersebut, serta menyajikan lingkungan kausalitas pilihan, dari waktu ke waktu dalam rentang permainan sedemikian hingga peman mengalami sensasi kemenangan/enjoyment fun selain mendapatkan pengetahuan/ketrampilan.

          Serious game adalah sebutan bagi game yang diorientasikan bukan untuk hiburan melainkan untuk kepentingan yang lebih serius. Di antara penggunaan serious game adalah untuk belajar, sehingga dalam disertasinya Ririn menyebutnya dengan Serious Game for Learning (SGfL).

          Pengembangan SGfL untuk sebuah domain materi 4c belajar, saat ini belum sesederhana pembelajaran menggunakan ITS (Intelligent Tutoring System) atau LMS (Learning Manajement System). Panduan teknis dan authoring tools yang mendukung belum ada. Diperkukan tiga kompetensi untuk mengembangkan SGfL yaitu sebagai pemrogram game, sebagai perancang game dan sebagai perancang pembelajaran yang menguasai domain belajar terkait. Jarang sekali ketiga kemampuan tersebut berkumpul pada satu orang.

          Sebelum 2001 telah berkembang game untuk pembelajaran yang diberi nama “edugame”. Produk tersebut mengacu pada prinsip ilmiah teori pedagogik dan interaksinya seperti “brokoli berlapis coklat”. Di sisi lain ITS yang sudah banyak terbukti membantu pembelajaran, mulai mendapatkan kritikan bahwa efektivitasnya menurun jika digunakan dalam waktu lebih dari dua minggu. ITS dinilai belum memperhatikan aspek motivasi dan terlalu menuntun (instruktivist).  Ririn melakukan penelitian dalam disertasinya, mencoba berkontribusi untuk kedua macam persoalan tersebut.

Dalam kesimpulan disertasinya, Ririn menyatakan bahwa spesifikasi SGfL yang menjawab isu strategis serious game telah berhasil dituangkan ke dalam model arsitektur SGfL yang memiliki 4 modul, dengan penjelasan sbb :

  1. Perbedaan engine adaptasi game untuk hiburan dengan SGfL ada dua. Pertama, pada SGfL mobul tersebut terdiri dari dua submodul yakni macro-strategi dan micro-strategi. Kedua, masing-masing modul tidak hanya mengelola game state (GS) sebagai aspek gaming namun ditambah dengan learning state (LS) yang merepresentasikan progres belajar.
  2. Keunggulan engine adaptasi SGfL terhadap model DEG Keicmeier Rust (“elektra”) adalah lebih sederhana karena hanya mengelola dua state sedangkan “elektra” mengelola tiga state. Keberadaan SS (story state) menimbulkan persoalan konflik antara LS dan SS saat sequencing curriculum. Keunggulan kedua, Arsitektur SGfL domain independent karena ada empat macam pilihan representasi materi belajar dan genre independent karena telah dihasilkan klasifikasi model komputasi untuk ragam gaming yang mungkin.
  3. Berdasarkan pola hubungan GS dan LS akibat ragam pilihan komponen game yang adaptif dan ragam desain game yang dipilih, diidentifikasi ada 3 pola komputasi. Pola yang pertama LS adalah GS itu sendiri sehingga komputasi hanya berpusat di pengelolaan LS. Pola kedua, adalah GS terdiri dari sekumpulan state dengan definisi transisi yang konstan, sehingga diperlukan FSA untuk mengelolanya. Pola ketiga, GS adalah sekumpulan state dengan definisi transisi sesuai domain game mechanic yang beragam sehingga memerlukan FSA dan eksekusi prosedur khusus.
  4. Konsep desain model arsitektur SGfL berpusat pada challenge based immersion yang diwujudkan ke dalam empat alternatif komponen game. Dengan merepresentasikan konten belajar pada komponen game tersebut maka upaya pemain untuk menaklukkan challenge di dalam game akan menyatu dengan upaya untuk menguasai materi pembelajaran. Disinilah solusi dari fenomena “brokoli berlapis coklat”.
  5. Model dua loop dari ITS ternyata sesuai dengan teori dasar desain instruksional. Sehingga, pada arsitektur SGfL konsep dua loop tersebut tetap dipakai. Macro-strategy sebagai outer loop dan microstrategy sebagai inner loop. Namun demikian, representasi learning map dan gameplay yang memiliki fitur wajib non linierity membuat game menyediakan banyak pilihan path untuk mengulang membelajarkan kompetensi yang sama. Hal ini membuat pemain tidak terlalu merasa interaksinya adalah pengulangan.
  6. Model expert yang diterapkan pada engine adaptasi untuk micro-strategy yang mengadopsi model dari Minovic (Minovic, 2014) dibatasi untuk representasi pengalaman belajar berbasis puzzle. Engine adaptasi yang dibangun telah mampu mengkonstruksi pengalaman belajar berupa task pengelompokan kartu dengan mengambil elemen konstruknya dari basis data. Elemen konstruk tersebut diisi oleh perancang pembelajaran. Parameter yang digunakan untuk mengkonstruksikan adalah nomor identitas dari task,
  7. Framework transformasi desain instruksional non game ke dalam konsep SGfL telah dirumuskan dan diuji coba dengan studi kasus sehingga menghasilkan game design document (gdd) berdasarkan variabel kondisi dari desain instruksionalnya. Perubahan bentuk bahan belajar dari non game ke dalam desain SGfL terjadi pada a). Semua penjelasan materi diubah ke dalam interaksi menantang pemain untuk melakukan sesuatu aksi dan pemberian feedback yang mempercepat pembelajar bisa melakukan aksi dengan benar. Dari aksi tersebut siswa diharapkan mampu menyimpulkan pengetahuan yang ingin dibelajarkan. b) Setiap aksi dikaitkan dengan konteks dan alasan mengapa dia harus dilakukan. Konteks tersebut di dalam game akan berwujud sebagai backstory, story, dan gamework. Thema yang diturunkan menjadi goal dan misi yang upaya realisasinya diatur oleh gameplay memberikan alasan kepada pemain mengapa sebuah aksi harus dilakukan. c) Sesi debriefing atau eksplanasi digunakan untuk mengklarifikasi hasil kesimpulan pengetahuan yang didapat pemain. Interaksi di sesi debriefing cenderung ke model belajar dibanding bermain.

Alur Baru

Berdasarkan model dan hasil penelitian disertasi ini, dihasilkan sejumlah alur baru penelitian lanjutan sebagai berikut :

  1. Dari empat pembangun model arsitektur SGfL, penelitian pada disertasi ini fokus membahas modul adaption engine. Penelitian lanjutan bisa dilakukan terhadap strategi implementasi modul kendali antarmuka komponen game yang adaptif. Eksperimen terkait hal ini ranah pemograman multimedia.
  2. Sesuai dengan batasan bahwa penelitian ini menerapkan mekanisme adaptivity direct, dimana jaminan bahwa alur game berada pada flow channal masih diserahkan kepada perancang pembelajaran yang merancang learning map dan memasang challenge di setiap node pada learning map. Idealnya challenge pada node bisa dikonstrusi berdasarkan parameter tertentu sesuai dengan kinerja pemain, sehingga perancang pembelajaran tidak harus mengenumerasi banyak path yang diprediksi bisa membuat game dimainkan dengan menarik.
  3. Variabel pembentuk player model yang digunakan pada penelitian ini dibatasi pada player skill proviciency. Variabel lain yakni afective state sangat menarik untuk diteliti, terkait kontribusinya untuk mengenali apakah pemain masih berada di flow channel. Penelitian di area ini tidak hanya tentang komputasi namun terkait dengan sensor untuk mengenali status afektif pemain.
  4. Pada penelitian ini pola permainan SGfL yang diteliti dibatasi hanya untuk game single user. Pemanfaatan MMO game untuk melaksanakan PBM berbasis cooperative learning sangat menarik untuk diteliti. Para ahli pembelajaran telah merancang banyak model pembelajaran kooperatif. Menarik untuk membuat model SGfL berdasarkan model pembelajaran kooperatif tersebut.

Feedback untuk micro-adaptivity yang diterapkan pada SGfL, dalam penelitian ini masih sebatas immediate feedback yakni respon salah dan benar serta konsistensi atas jawaban benar untuk setiap quest. Konsep delayed feed back dan error specific feedback sebagaimana yang diusulkan Vanheln di dalam pengembangan Intellegent Tutoring System sangat menarik untuk dikaji diterapkan di dalam SGfL.***

Post Views: 723
Previous Post
Unpas Menambah 2 Doktor dalam Sepekan
Next Post
Unpas Rector Opened Oracle Academy Day
Latest News

Prodi Fotografi Unpas Gelar Pameran “Bernafas—Hidup di Detik Ini”, Angkat Isu Kesehatan Mental dan Sudut Pandang Kota Bandung

24 Feb at 4:17 PM

Mahasiswi FKIP Unpas Nabila Safira Azzahra Raih Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026

24 Feb at 3:08 PM

Usung Program “SMART MARRIAGE”, Mahasiswi FK Unpas Raih Juara 2 di Ajang Internasional

18 Feb at 11:41 AM

Dosen FK Unpas Raih Juara 1 Policy Brief Evidence-Based Nutrition Policy Health Conference

12 Feb at 2:51 PM
100%
100%
Email : rektorat@unpas.ac.id
Telepon : 622-2021440
Fax : 622-2021440
Alamat : Jl. Tamansari No.4-8 Kota Bandung
Instagram
Facebook
X
TikTok
YouTube

Layanan


> Pendaftaran Mahasiswa Baru
> Sistem Akademik (SIAKAD)
> E-Learning(LMS)
> Wisuda

Publikasi


> Perpustakaan
> E-Library
> Repository
> Rumah Jurnal
Kerja Sama

KUI Unpas Gandeng Mitra Tiongkok, Buka Jalan Mahasiswa China Lanjut Studi lewat Program RPL

11 Feb at 7:00 PM
Kerja Sama

Unpas Dukung Industri Garam Modern melalui Kerja Sama dengan PT Garam

9 Feb at 5:43 PM
Kerja Sama

Unpas Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Jabar dan Penerbit Erlangga

9 Feb at 4:03 PM
Kerja Sama

Unpas dan Pemkab Kuantan Singingi Evaluasi Program Beasiswa Mahasiswa

22 Jan at 5:28 PM
Kerja Sama

Unpas dan USI Jalin Kerja Sama Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

22 Jan at 5:08 PM
Kerja Sama

Unpas dan Politeknik STIA LAN Bandung Perkuat Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

15 Jan at 4:19 AM
Berita, Kerja Sama

LLDIKTI Wilayah III Jakarta Studi Tiru ke Unpas Terkait dengan SPMI dan Akreditasi

December 4, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Pemkab Merauke Perbarui Kerja Sama, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

November 3, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Teken MoU dengan Dennis Gabor University Hungaria, Perkuat Kolaborasi Global di Bidang Pendidikan

October 22, 2025
Berita, Kerja Sama

LPPM Unpas Gandeng BRIN Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Riset dan Inovasi

October 16, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan BRIN Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemberdayaan UMKM Berbasis Riset dan Inovasi

October 16, 2025
Berita, Kerja Sama

Lolos Tingkat Nasional AKD Tahun 2025, Unpas Paparkan Kerja Sama Berkelanjutan dan Berdampak

October 10, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan IASTIC Teken MoU Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok dalam Transisi Energi dan E-Mobilitas

October 3, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan PUM Netherlands Jalin Kolaborasi Internasional melalui Penandatanganan LoI

October 2, 2025
Berita, Kerja Sama, Penghargaan

Unpas Borong Dua Penghargaan AKD LLDIKTI IV Tahun 2025

September 2, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan City University Malaysia Teken MoU untuk Perkuat Kolaborasi Internasional

August 28, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas jadi Tuan Rumah Seminar dalam Rangka Hari Lahir ke-80 Kejaksaan RI

August 25, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Bantu Petani Jagung Tingkatkan Produktivitas Lewat Program KOHE OKEH

August 13, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Gandeng PT. Paragon Trans Indonesia dalam Program KOHE OKEH, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Lingkungan

July 15, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Unsil Teken MoU Perkuat Kolaborasi Penanganan Isu Permasalahan Sampah

June 11, 2025
Berita, Kerja Sama

Penandatangan IA Pascasarjana Unpas dan UMS Perkuat Pendidikan Matematika dan Bahasa Indonesia

May 27, 2025
Berita, Kerja Sama

Pererat Kerja Sama Budaya dan Pendidikan, Unpas Sambut Hangat Kunjungan Genki Gakuen Japan

May 20, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Jalin Kerja Sama Internasional dengan China untuk Pengembangan Riset Teknologi dan Pendidikan Global

March 26, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Badan Pangan Nasional Bahas Pemanfaatan Sorgum untuk Ketahanan Pangan

March 25, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Bersama 12 Perguruan Tinggi Lainnya Teken MoU dengan Kemensos untuk Percepatan Penanganan Kemiskinan

March 7, 2025
Berita, Kerja Sama

Menteri Sosial RI Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah di Desa Binaan Unpas

March 7, 2025
Berita, Kerja Sama

Kerja Sama Unpas – Adam Mickiewicz University: Memajukan Penelitian, Pendidikan, dan Pertumbuhan Ekonomi

March 5, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Poltekkesos Bandung Lanjutkan Kolaborasi Penanganan Kemiskinan Melalui Program Desa Sejahtera

February 25, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dengan DPRD Kabupaten Pasangkayu Membahas Potensi Kerjasama

February 24, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Tampilkan Produk Inovasi Hasil Riset Kepada Pemda Kabupaten Paser

February 22, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Kabupaten Paser Perkuat Kerja Sama dalam Pengembangan Inovasi Hasil Riset

February 21, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Jalin Kerja Sama dengan Pemkot Banjar untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan SDM

February 3, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Universitas Muria Kudus Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Penelitian

January 17, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Perkuat Kolaborasi Lewat Program “KOHE OKEH” Bersama Industri dan Petani

January 14, 2025
Berita, Kerja Sama

Kerjasama Unpas dengan Kejati Jabar Fokus pada Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

January 9, 2025
Berita, Kerja Sama

Unpas Ikut Serta dalam Konservasi Kawasan Bandung Utara

December 14, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas Sepakati Kerjasama Pendidikan RPL untuk Lulusan LKP Cakap

December 9, 2024
Berita, Kerja Sama

Kolaborasi Unpas dengan IDI Jabar Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dokter

November 30, 2024
Berita, Kerja Sama

Fasilitasi Mahasiswa Berbakat, Unpas dan IM3 Kolaborasi Gelar Collabonation Talent Hunt

November 21, 2024
Berita, Kerja Sama

Dubes Bosnia Akan Jalin Kerjasama dengan Unpas dan Paguyuban Pasundan di Bidang Pendidikan Serta Kebudayaan

November 4, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas Perpanjang Kerja Sama dengan Komisi Yudisial untuk Pendidikan Unggul

October 24, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas Tindaklanjuti Kerja Sama dengan UiTM Malaysia

October 14, 2024
Berita, Kerja Sama, Penghargaan

Kembangkan Berbagai Produk, Unpas dan Paguyuban Pasundan Tandatangani MoU dengan PTDI

August 26, 2024
Berita, Kerja Sama

Fakultas Teknik Unpas Salurkan Lulusan Andal ke Nutrifood

August 22, 2024
Berita, Kerja Sama

Kabupaten Merauke Perpanjang Kerja Sama dengan Unpas

July 24, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Dinas PUPR Kabupaten Simeulue Jalin Kerja Sama dalam Penyusunan RDTR Kawasan dan Permukiman Perkotaan Sinabang

July 20, 2024
Berita, Kerja Sama

Universitas Pasundan Jalin Kerja Sama dengan Ikatan Notaris Indonesia

July 2, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Ombudsman RI Tandatangani MoU untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

June 14, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas Jalin Kerja Sama dengan LSAF untuk Ciptakan Mahasiswa yang Siap Kerja Setelah Lulus

June 4, 2024
Berita, Kerja Sama

Pertama Kalinya Uji Emisi Kendaaraan Dilakukan di Kampus IV Unpas Setiabudi

June 1, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas, Pemkot Bandung dan BRI Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

May 29, 2024
Berita, Kerja Sama

Unpas Tandatangani LoI dengan Universiti Teknikal Malaysia Melaka

May 23, 2024
Berita, Kerja Sama

Dorong Mahasiswa Terjun ke Dunia Kewirausahaan, Unpas Bahas Kerja Sama dengan PUM

May 15, 2024
Berita, Kerja Sama

Lengkapi Sarana Perkuliahan, Prodi Seni Musik FISS Unpas Kerja Sama dengan 3 Distributor Alat Musik dan Audio Ternama

May 14, 2024
Berita, Kerja Sama

Sambut Kunjungan, Awal 2024 Unpas Bakal Teken Kerja Sama dengan UiTM Cawangan Kedah

November 16, 2023
Berita, Kerja Sama

Lemlit Unpas dan Disparbud Merauke Akan Rancang DED untuk Pembangunan Sarpras di Pantai Lampu Satu

November 9, 2023
Berita, Kerja Sama

Rencanakan Kunjungan Akademik ke USA dan Kanada, Unpas Gandeng PT Rihla Wisata 

September 20, 2023
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Fakultas Teknik Teken Kerja Sama dengan QIS Educational Institutions India

September 19, 2023
Berita, Kerja Sama

Bangun Kolaborasi di Bidang Riset dan Akademik, Unpas Jalin Kerja Sama dengan Universiti Malaysia Sabah

August 17, 2023
Berita, Kerja Sama

Kesos Unpas dan Yayasan Rinjani Optimalkan Layanan e-Counseling Berbasis Praktik Pekerjaan Sosial

August 5, 2023
Berita, Kerja Sama

Kejagung RI Gandeng Pascasarjana Unpas Didik Jaksa Terbaik

August 1, 2023
Berita, Kerja Sama

Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa, Unpas Jalin Kerja Sama dengan 8 Mitra

July 31, 2023
Berita, Kerja Sama

Tandatangani MoU, RRI Bandung Gandeng Unpas Ajak Mahasiswa Jadi Pemilih Cerdas

July 27, 2023
Berita, Kerja Sama

Perluas Jejaring, Unpas Jalin Kerja Sama dengan Unbita Gorontalo

July 21, 2023
Berita, Kerja Sama

Salurkan Lulusan ke Dunia Industri, FT Unpas Gandeng PT Mayora Indah

July 18, 2023
Berita, Kerja Sama

Dukung Keberlanjutan Citarum Harum, Unpas-Pangdam III/Siliwangi Teken MoU

July 13, 2023
Berita, Kerja Sama

Kolaborasi Unpas, Dinsos Jabar, dan Artipena Tekan Prevalensi Pengguna Narkoba Lewat Program Lembur Raharja

June 7, 2023
Berita, Kerja Sama

Tindaklanjuti MoU, Unpas dan PT Agronesia Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama

May 10, 2023
Berita, Kerja Sama

FEB Unpas Jalin Kerja Sama dengan 7 Perguruan Tinggi dan 2 Perusahaan di Malang

May 3, 2023
Berita, Kerja Sama

FT Unpas – BRIN Kembangkan Loop Heat Pipe, Sistem Pendingin Pasif di Instalasi Nuklir

March 27, 2023
Berita, Kerja Sama

Teken Kerja Sama, Unpas dan PT Dirgantara Indonesia Siap Dukung Ketahanan Pangan

March 17, 2023
Berita, Kerja Sama

Benchmarking Uniska Banjarmasin ke Unpas, Belajar Tata Kelola dan Sistem Penjaminan Mutu

March 16, 2023
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Tongmyong University Korea Selatan Jajaki Program Double Degree

March 15, 2023
Berita, Kerja Sama

FEB Unpas Gelar Seminar Penguatan Guru BK dan Jalin Kerja Sama dengan MGBK se-Kota Bandung

March 13, 2023
Berita, Kerja Sama

Prodi S1 dan S2 Ilmu Komunikasi Unpas Kerja Sama dengan Kampus Thailand

March 6, 2023
Berita, Kerja Sama

Revitalisasi Sungai Citarum, Unpas dan TVRI Jabar Akan Tanam Pohon Sepanjang 11 KM

March 2, 2023
Berita, Kerja Sama

FISS Unpas Bersama ISI Surakarta Perkuat Kerja Sama MBKM, Bahas Riset hingga Pertukaran Mahasiswa

February 14, 2023
Berita, Kerja Sama

DPD RI Serap Aspirasi Akademisi FEB Unpas Soal Perubahan UU Penjaminan

February 9, 2023
Berita, Kerja Sama

Teken MoA, FKIP Unma Banten Jadikan FKIP Unpas Mentor Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

February 6, 2023
Berita, Kerja Sama

Perluas Kesempatan Magang, Unpas Gandeng MNC Multimedia Network

February 3, 2023
Berita, Kerja Sama

Dukung Digitalisasi Desa, Unpas Teken Kerja Sama dengan PT Hannan Idea Indonesia

January 26, 2023
Berita, Kerja Sama

Perkuat MBKM, Unpas Jalin Kerja Sama dengan Universitas Cipasung Tasikmalaya

January 20, 2023
Berita, Kerja Sama

Pascasarjana Unpas-Pemkot Cirebon Kerja Sama Peningkatan Kualitas SDM

January 14, 2023
Berita, Kerja Sama

Akhiri PKKM di ISI Surakarta dan ISI Denpasar, DKV FISS Unpas Percayakan MBKM Kepada Mitra

January 12, 2023
Berita, Kerja Sama

Unpas Koordinasi dengan Kadin Jabar dan DUDI, Jajaki Kerja Sama Penelitian Matching Fund,

January 6, 2023
Berita, Kerja Sama

Pascasarjana Unpas Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Pemkab Subang

December 15, 2022
Berita, Kerja Sama

Masifkan Kolaborasi dengan DUDI, Unpas Akan Jadi Pilot Project Kadin Jabar Goes to Campus

December 12, 2022
Berita, Kerja Sama

Perkuat Kemitraan, Unpas MoU dengan Universitas Islam Sumatera Utara

September 7, 2022
Berita, Kerja Sama

Unpas Terima Kunjungan Penjajakan Kerja Sama dari Unisbank Semarang

October 26, 2021
Berita, Kerja Sama

Perkuat Kerja Sama, Unpas Terima Kunjungan dari Universitas Pamulang

October 13, 2021
Berita, Kerja Sama

Mahasiswa Teknik Informatika Bisa Ikut Student Exchange ke Universiti Utara Malaysia

July 15, 2021
Berita, Kerja Sama

Unpas Tandatangani MoU dan MoA dengan ISI Yogyakarta

June 15, 2021
Berita, Kerja Sama

Universitas Pasundan dan BNI Jalin Kerja Sama Layanan Perbankan

May 21, 2021
Berita, Kerja Sama

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Unpas dan Universitas Ma’soem Jalin MoU

May 6, 2021
Berita, Kerja Sama

Rektor Universitas Pasundan Terima Kunjungan Rektor Universitas Nurtanio

March 24, 2021
Berita, Kerja Sama, Uncategorized

CBNU Korea Center di Unpas Pertama di Indonesia

December 29, 2016
Berita, Kerja Sama

Dekan Fakultas Teknik Unpas Hadiri Konferensi Internasional di Korea

December 23, 2016
Berita, Kerja Sama

Fakultas Hukum Unpas Selenggarakan Konferensi AFHI ke-6

November 18, 2016
Berita, Kerja Sama

5 Mahasiswa Malaysia Kuliah di Unpas

September 29, 2016
Berita, Kerja Sama

Dosen & Mahasiswa Pintar Bahasa Inggris Bisa Dapat Beasiswa di Chonbuk Korea

September 21, 2016
Berita, Kerja Sama

Fakultas Hukum Kerjasama dengan Prince of Songkla University-Thailand

September 4, 2016
Berita, Kerja Sama

Pameran Foto ASEAN di Unpas

August 24, 2016
Berita, Kerja Sama

Seminar Internasional di Unpas Membahas “Pekerjaan Sosial”

August 22, 2016
Berita, Kerja Sama

Unpas dan Chonbuk Korea Bakti Sosial di Pangalengan

August 10, 2016
Berita, Kerja Sama

Unpas Diminta Ikut Penelitian Oleh Kitakyushu Jepang

August 9, 2016
Berita, Kerja Sama

Unpas dan BPPT Tingkatkan Kerjasama Enterpreneurship

August 9, 2016
Berita, Kerja Sama

MoU Unpas dengan Sarekat Hijau

July 26, 2016
Berita, Kerja Sama

Seminar Internasional “Social Work Across Border” 12-13 Agustus 2016 di Universitas Pasundan

July 12, 2016
Berita, Kerja Sama

Unpas Tingkatkan Kerjasama dengan 3 Negara di Pasific

June 17, 2016
Berita, Kerja Sama

Seminar Nasional FKIP Unpas

June 17, 2016
Berita, Kerja Sama

15 Mahasiswa Unpas Diundang ke Korea

May 16, 2016
Berita, Kerja Sama

AAPM forms alliance with top University in Indonesia Pasundan University

April 24, 2016
Berita, Kerja Sama

Dr. Janet K. Regner Sampaikan Kuliah Umum di FISIP

March 8, 2016
Kampus I
Telepon : 022-426222
Fax : 022-426222
Alamat : Jl. Lengkong Besar No.68
Kampus II
Telepon : 622-2021440
Fax : 622-2021440
Alamat : Jl. Tamansari No.4-8
Kampus III
Telepon : 022-7303049
Fax : 022-7303049
Alamat : Jl. Wartawan IV No.22
Kampus IV
Telepon : 022-2021440
Fax : 022-2021440
Alamat : Jl. Dr. Setiabudhi No.193
Kampus V
Telepon : 022-4210243
Fax : 022-4210243
Alamat : Jl. Sumatera No.41

© 2024 Universitas Pasundan – SPDPTIK, Semua Hak di Lindungi Undang-Undang, Kebijakan Privasi dan Hak Cipta

Universitas Pasundan