BANDUNG, unpas.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (Unpas), Rizfa Palsa Dwi Saputra, berhasil meraih posisi 2nd Winner dalam ajang International Relations Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Speech Competition 2026.
Kompetisi yang mengusung tema “Redefining Nationalism for the Golden Generation: Youth Voices, Global Vision” ini diselenggarakan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Tahap pendaftaran dan seleksi awal berlangsung pada 20 Februari hingga 10 Maret 2026, sementara babak Grand Final digelar pada 21 April 2026 di kampus penyelenggara.
Rizfa mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini didorong oleh dua hal utama. Pertama, keinginan untuk meningkatkan kemampuan public speaking, khususnya dalam bahasa Inggris yang dinilai sangat penting bagi mahasiswa Hubungan Internasional. Kedua, ia ingin memanfaatkan ajang tersebut sebagai sarana untuk memperkenalkan Prodi HI Unpas di tingkat nasional.
Gagasan Nasionalisme di Era Digital

Dalam pidatonya, Rizfa mengangkat isu nasionalisme di era digital dengan menyoroti peran media sosial sebagai ruang ekspresi generasi muda, khususnya Gen Z. Ia menekankan pentingnya kemampuan untuk menyaring informasi dan konten di platform seperti TikTok, Instagram, dan Twitter.
Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial berkaitan erat dengan fenomena diplomasi publik dan globalisasi digital. Dalam pidatonya, ia mengajukan pertanyaan reflektif kepada audiens: “In the middle of those influences, what do you actually choose to represent who you are?”
Persiapan menuju kompetisi bukan tanpa hambatan. Rizfa harus membagi waktu antara latihan intensif dan persiapan Ujian Tengah Semester (UTS) yang bertepatan dengan jadwal Grand Final. Selain itu, ia juga menghadapi tantangan dalam menyusun naskah pidato berbahasa Inggris agar efektif dan menarik.
Meski demikian, pengalaman mengikuti kompetisi ini menjadi momen berkesan baginya. Ia mendapatkan banyak pembelajaran dari berbagai perspektif peserta lain serta gaya public speaking yang beragam.
Mahasiswa Unpas semester 6 ini memandang bahwa kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk “Golden Generation” Indonesia. Menurutnya, generasi emas tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan menyampaikan dan menyebarluaskan gagasan kepada masyarakat.
“Kompetisi ini memberikan ruang bagi anak muda untuk menyuarakan ide secara efektif serta menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya kepada Minpas, Rabu (6/5/2026).
Prestasi RIzfa

Selain berprestasi di ajang ini, Rizfa juga aktif dalam berbagai organisasi kampus, di antaranya sebagai Koordinator Laboratorium HI Unpas, Ketua Divisi Live Project Amnesty Chapter Pasundan, serta pengurus di FPCI, Pasundan MUN, dan Asean Society Unpas.
Ia juga telah menorehkan sejumlah prestasi lainnya, seperti Octofinalist Energy Debate Competition 2025 oleh Pertamina, Juara 2 Lomba Debat Pasundan Language & Literature Summit 2026, serta Mahasiswa Berprestasi Prodi HI Unpas Angkatan 2023. (Rani)
