BANDUNG, unpas.ac.id — Rektorat Universitas Pasundan (Unpas) menggelar kegiatan halal bihalal dengan tema “Ngahiji Dina Rasa, Ikhlas Dina Manah, Mapag Mangsa Datang Nu Berkah” di Aula Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari, Selasa (31/3/2026).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan Dr. Cece Suryana, S.H., M.M., Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. Didi Turmudzi, M.Si., Rektor Unpas periode 1995–2002 Prof. Dr. Ir. H. Iman Sudirman, DEA., Rektor Unpas periode 2023–2028 Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. beserta Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, M.S., para dekan, hingga pegawai di lingkungan Unpas.

Kegiatan halal bihalal Unpas ini menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, yang memberikan tausiyah dan memimpin doa.

Rektor Unpas berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan serta mendapatkan ridho dan ampunan dari Allah SWT. Prof. Azhar menekankan bahwa momen Idulfitri merupakan waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
“Idulfitri mengajarkan kita untuk menyatukan hati, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan keikhlasan dan saling memaafkan,” ujarnya.
Menurutnya, sikap saling memaafkan harus lahir dari hati yang tulus agar hubungan antarsesama menjadi lebih harmonis dan damai. Prof. Azhar juga berharap melalui kegiatan tersebut, seluruh civitas akademika dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Sementara itu, dalam tausiyahnya yang bertajuk “Hikmah Musafahah dan Islah dalam Mengakhiri Rangkaian Ibadah Ramadan 1447 Hijriah”, Prof. Miftah Faridl menjelaskan bahwa halal bihalal merupakan salah satu wujud keberhasilan ibadah puasa yang ditandai dengan meningkatnya ketakwaan.
Prof. Miftah menyebutkan, indikator ketakwaan tidak hanya terlihat dari ibadah ritual seperti salat, tetapi juga dari kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi dan menjaga hubungan sosial.
“Orang yang berhasil menjalankan shaum adalah mereka yang mampu mengendalikan amarah. Ketika marah, perbanyak istighfar,” ungkapnya.
Prof. Miftah juga menekankan pentingnya membangun sikap sabar, tidak pendendam, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kejujuran merupakan nilai fundamental yang sangat dibutuhkan, terutama bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Prof. Miftah Faridl menguraikan beberapa langkah untuk memperkuat silaturahmi, di antaranya membiasakan budaya tabayyun atau klarifikasi informasi, segera menyelesaikan kesalahpahaman, serta membangun prasangka baik (husnudzon).
“Jangan mudah berprasangka buruk dan jangan sibuk mencari kesalahan orang lain. Sebaliknya, kita harus siap meminta maaf dan memaafkan,” pesannya.

Melalui kegiatan halal bihalal ini, diharapkan seluruh civitas akademika Unpas dapat memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas diri, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. (Rani)
