BANDUNG, unpas.ac.id — Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan (Unpas), Billy Wicaksono terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. Dari sekitar 81.000 pendaftar di seluruh Indonesia, Billy berhasil menembus 2.000 peserta terpilih dan melanjutkan ke tahap berikutnya dalam program bergengsi tahun 2026.
Perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Billy mempersiapkan diri secara serius dengan menyusun website portofolio pribadi serta memperbarui profil LinkedIn sebagai bagian dari strategi menghadapi rangkaian seleksi.
Tahapan yang dilalui pun cukup panjang, mulai dari seleksi administrasi, Twibbon Challenge, video self-recorded interview, hingga Gemini Challenge yang menuntut peserta membuat lima konten kreatif.

Puncak pencapaian itu datang pada 9 April 2026, ketika Billy dinyatakan masuk dalam 150 peserta terbaik yang berhak mengikuti kegiatan di Jakarta secara full funded. Ia juga mendapatkan kesempatan untuk menghadiri inaugurasi dan office tour langsung di kantor Google Indonesia sebagai perwakilan dari Universitas Pasundan.
Di titik inilah Billy resmi menjadi bagian dari Google Student Ambassador (GSA) 2026, sebuah peran yang menempatkannya sebagai penggerak adopsi teknologi kecerdasan buatan di lingkungan kampus. Ia aktif membagikan pengetahuan serta tips penggunaan Gemini kepada mahasiswa melalui media sosial dan rutin memproduksi konten edukatif setiap minggu.
“Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah saat mengikuti inaugurasi dan melihat langsung suasana kerja di kantor Google Indonesia bersama mahasiswa pilihan dari seluruh negeri,” ungkap Billy.
Dalam perannya, ia juga menginisiasi komunitas #TeamGoogle yang berfokus pada diskusi dan sharing session seputar pemanfaatan AI. Tidak hanya itu, ia berhasil menggelar event offline pertamanya di kampus sebagai bagian dari pengembangan program ambassador tersebut.
Namun di balik berbagai aktivitas tersebut, Billy mengakui bahwa tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi antara akademik, kreativitas, dan tanggung jawab program. Ia dituntut untuk terus aktif membuat konten mingguan mengenai berbagai fitur AI seperti Gemini Live, Canvas, NotebookLM, hingga fitur terbaru lainnya.
“Seluruh aktivitas harus tetap berjalan dengan menjaga integritas dan etika profesional, termasuk transparansi penggunaan AI dan menghindari plagiasi,” jelasnya.
Selain aktif dalam program teknologi, Billy juga memiliki rekam jejak kuat di bidang pengembangan proyek digital, seperti aplikasi desktop Java GUI PUSTANI (Pustaka Pertanian Informasi), website portofolio, company profile sayur, hingga website perpustakaan kampus.
Di lingkungan kampus, ia menjabat sebagai Ketua Divisi Organisasi Cyber Security Study Club (Bypass), menjadi asisten laboratorium Pemrograman 1, serta aktif dalam UKM Karate Universitas Pasundan.

Prestasinya di bidang olahraga pun gemilang dengan raihan Juara 2 Mahasiswa Kata Perorangan Putra UPI Karate Cup V 2025 dan Juara 2 Kumite -67 KG Liga Esa Unggul 2024, serta menerima penghargaan Dies Natalis Universitas Pasundan 2024.
Menutup kisahnya, Billy memberikan pesan bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya. Ia menekankan pentingnya membangun profil profesional sejak dini, aktif membuat proyek nyata, memperbarui LinkedIn, serta mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
“Yang paling penting adalah menunjukkan semangat belajar dan keinginan untuk berbagi dampak positif melalui teknologi,” tutupnya. (Rani)
