BANDUNG, unpas.ac.id – Universitas Pasundan (Unpas) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan dan daya saing sumber daya manusia melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI).
Kolaborasi yang diinisiasi oleh Career Development Center (CDC) dan Tracer Study Unpas yang dipimpin Ketua Dr. Dewi Yuliati Indah, S.E., M.Si., M.M. bersama Sekretaris Dini Nadila, S.Sos., M.AP. ini menjadi langkah nyata dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja.

Penandatanganan kerja sama dilaksanakan secara seremonial bersama sejumlah perguruan tinggi lainnya di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung pada Senin (8/6/2026).
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, meningkatkan kesiapan kerja lulusan, serta memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang.

Rektor Unpas, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada Kemnaker RI atas kepercayaan dan komitmennya dalam menjalin kemitraan strategis dengan Unpas.
“Kerja sama ini merupakan momentum yang sangat penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, melalui nota kesepahaman tersebut, kedua institusi berpeluang mengembangkan berbagai program kerja sama produktif, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian bersama, pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, program magang, hingga sertifikasi profesi.
“Kerja sama ini juga sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi yang menekankan keterhubungan antara kampus dengan dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, serta pemerintah. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi,” katanya.
Prof. Azhar berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat yang luas bagi kedua institusi serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, produktif, dan berdaya saing global.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker RI, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., menegaskan pentingnya implementasi nyata dari nota kesepahaman yang telah disepakati.
“Kami berharap ada implementasi dari MoU ini. Kami tidak punya tangan untuk membuka lowongan kerja, kami juga tidak bisa mencegah orang di-PHK. Makanya kami mengadakan MoU ini,” ujarnya.
Melalui kemitraan ini, Unpas berharap dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Kerja sama tersebut juga diharapkan semakin memperkuat konsep link and match antara pendidikan tinggi dan dunia kerja, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (Rani)
