BANDUNG, unpas.ac.id – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pasundan (Unpas) kembali menghadirkan ruang apresiasi karya kreatif mahasiswa melalui Dedalu Exhibition 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 di Fragment Project, Bandung, tersebut mengusung tema Eternal Bloom yang merepresentasikan pertumbuhan, perkembangan, dan keberlanjutan dalam perjalanan berkarya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa DKV Unpas mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembelajaran dan eksplorasi visual yang telah dikembangkan selama menjalani proses akademik. Beragam karya yang ditampilkan mencerminkan gagasan, pengalaman, serta kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan konsep menjadi bentuk visual yang komunikatif.

Tidak hanya menghadirkan karya visual, Dedalu Exhibition 2026 juga diramaikan dengan sejumlah agenda pendukung, seperti Design Exhibition, Performance, Talkshow, dan Artist Talk. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana pertukaran gagasan antara mahasiswa, akademisi, pelaku industri kreatif, dan masyarakat.
Ketua Pelaksana Dedalu Exhibition 2026, Brian Safana Zulfi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap mahasiswa yang aktif mengembangkan potensi dan menunjukkan prestasi selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, ajang tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya serta meningkatkan kemampuan di bidang akademik maupun nonakademik.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMADU) Unpas, Mutia Rahma Fadiyah, menilai keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat sekaligus memperluas wawasan peserta dan pengunjung mengenai perkembangan desain komunikasi visual.
Ketua Program Studi DKV Unpas, Purmaningrum Maeni, S.Sn., M.Ds., menjelaskan bahwa seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil perjalanan panjang yang telah dilalui mahasiswa. Karena itu, tema Eternal Bloom dipilih untuk menggambarkan pentingnya proses sebagai bagian dari pembentukan kemampuan dan karakter calon desainer profesional.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama berkarya memiliki nilai yang sama pentingnya dengan hasil akhir yang dicapai. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan kreativitas, inovasi, serta keberanian untuk memperkenalkan gagasannya kepada publik.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut juga datang dari Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual (Asprodi DKV) Indonesia. Perwakilan Asprodi DKV Indonesia, Dr. Arief Johari, S.ST., M.Ds., menilai Dedalu Exhibition menjadi cerminan kualitas mahasiswa sekaligus menunjukkan perkembangan pendidikan desain komunikasi visual di lingkungan Unpas.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Unpas, Dr. Fadhly Abdillah, S.Sn., M.Ds. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata semangat mahasiswa dalam menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai karya dengan pendekatan dan tema yang beragam. Salah satunya adalah Jejak Proses dalam Ruang Urban karya Evan Shandika Rizkiyansah yang menggambarkan dinamika kehidupan perkotaan melalui perpaduan diorama dan grafiti.

Selain itu, mahasiswa angkatan 2024, Zaky Muhammad Nabil Melfin dan Raya Dwirairaimasae, turut menampilkan ilustrasi digital bertajuk Rencana Padma di Jala Samsara dan Nirwasa di Padang Waktu. Kedua karya tersebut mengangkat gagasan mengenai perjalanan, ruang, dan waktu melalui visual yang kaya akan narasi.
Melalui penyelenggaraan Dedalu Exhibition 2026, DKV Universitas Pasundan tidak hanya menghadirkan ruang apresiasi bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat budaya kreatif, kolaboratif, dan inovatif yang menjadi bagian penting dalam pengembangan industri kreatif di Indonesia. (*/Rani)
