BANDUNG, unpas.ac.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Pasundan (Unpas) dalam rangka memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan berlangsung di Kantor Bupati Kuningan, Selasa (9/6/2026).
Hadir Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., Wakil Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan Prof. Dr. Ali Anwar, M.Si., Wakil Direktur I Pascasarjana Unpas Prof. Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpas Prof. Dr. Ir. H. Asep Dedy Sutrisno, M.P., Divisi Bidang Kerja Sama, serta perwakilan dari setiap fakultas di lingkungan Unpas.

Sementara dari pihak Pemkab Kuningan hadir Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan Drs. H. Deniawan, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr. Carlan, S.Pd., M.MPd., serta Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Kuningan Mahardika Rahman, S.H., M.H.
Rektor Unpas menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya guna mengimplementasikan kerja sama yang telah disepakati.
“Kerja sama ini sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi yang kini mengedepankan konsep ‘kampus berdampak’, di mana perguruan tinggi harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui konsep pentahelix. Dalam hal ini, perguruan tinggi siap berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap MoU yang ditandatangani tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi mampu menghasilkan berbagai program produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menyambut baik kerja sama tersebut. Sebagai alumni Unpas tahun 2012, ia menyampaikan rasa bangga atas terjalinnya kemitraan antara Pemkab Kuningan dan almamaternya.
Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Kuningan masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, di antaranya tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan kalangan akademisi.
“Saya ingin MoU ini ditindaklanjuti dengan program-program yang lebih bermakna. Hasil studi dan riset dari akademisi Unpas diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan program prioritas pembangunan,” katanya.
Selain itu, Bupati juga berharap Unpas dapat membantu mengembangkan model-model pembangunan yang sesuai dengan potensi unggulan daerah serta menciptakan program yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki visi pembangunan yang bertumpu pada sektor pertanian dan pariwisata. Keberadaan Gunung Ciremai sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat dinilai menjadi salah satu pusat kekuatan ekonomi daerah yang perlu terus dikembangkan.
“Potensi pariwisata yang kita miliki sangat besar. Namun hingga saat ini kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sekitar 8 persen. Dengan dukungan dan pendampingan dari Unpas, kami berharap kemajuan sektor ini akan semakin terasa,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua LPPM Unpas Prof. Dr. Ir. H. Asep Dedy Sutrisno, M.P. turut memaparkan hasil penelitian mengenai pengelolaan sampah terpadu. Menurutnya, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan nasional yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan.
Prof. Asep menjelaskan bahwa tim peneliti Unpas telah mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang diberi nama PESAT (Pengelolaan Sampah Terpadu). Inovasi tersebut dirancang untuk mengubah sampah menjadi pakan, pangan, dan energi dalam satu sistem terpadu.
“Keunggulan teknologi ini adalah pengoperasiannya tidak menggunakan bahan bakar maupun listrik. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu solusi yang sesuai untuk diterapkan di Kabupaten Kuningan,” jelasnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, Pemkab Kuningan dan Unpas berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam berbagai program strategis guna mendukung pembangunan daerah yang berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. (Rani)
