BANDUNG, unpas.ac.id – Lulusan dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Pasundan (Unpas) Muhammad Naufal Yasykur berhasil meraih predikat lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni 4,00 pada Wisuda Gelombang 2 Tahun Akademik 2025/2026.
Lahir di Garut pada 4 Desember 2003, Naufal mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Meski demikian, ia tetap memandang keberhasilannya dengan rendah hati.
“Ini merupakan hasil dari kerja keras, dukungan banyak pihak, serta kesempatan yang diberikan universitas. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan memberikan kontribusi yang lebih baik,” ujarnya kepada Senin (22/6/2026).
Ketertarikannya pada dunia hukum menjadi motivasi utama selama menempuh pendidikan. Menurutnya, pemahaman hukum yang mendalam sangat penting untuk membantu masyarakat memperoleh keadilan. Selain itu, ia juga merasa memiliki tanggung jawab sebagai mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

Dalam mempertahankan prestasi akademiknya, Lulusan FH Unpas ini menerapkan prinsip konsistensi, manajemen waktu yang baik, serta fokus pada pemahaman materi, bukan sekadar menghafal. Ia juga rutin melakukan evaluasi dan meninjau kembali materi perkuliahan setiap hari.
“Kunci utama saya adalah konsisten. Saya selalu berusaha memahami materi secara mendalam, membuat ringkasan, berdiskusi dengan teman, dan menghubungkan teori dengan kasus-kasus nyata,” ungkapnya.
Selama kuliah, Naufal aktif mengikuti berbagai kegiatan non-akademik. Ia terlibat dalam organisasi mahasiswa hukum di BEM Fakultas Hukum, menjadi anggota tim Clinic Legal Education, serta berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan hukum. Di samping itu, ia juga aktif berolahraga badminton bersama dosen dan staf tata usaha Fakultas Hukum.
Bagi Naufal, pengalaman organisasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Melalui organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan non-akademik seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan memecahkan masalah.
Selama masa studi, mata kuliah Hukum Perdata dan Hukum Pidana menjadi pengalaman akademik yang paling berkesan baginya karena memiliki keterkaitan erat dengan praktik hukum di lapangan. Selain itu, pengalaman mengikuti klinik hukum dan penyusunan kontrak juga memberikan banyak pembelajaran yang berharga.
Meski berhasil meraih prestasi akademik tertinggi, perjalanan kuliahnya tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyeimbangkan tuntutan akademik dengan kegiatan magang dan organisasi.
“Saya mengatasinya dengan disiplin, menjaga pola istirahat, serta tidak ragu meminta arahan kepada dosen maupun senior ketika menghadapi kesulitan,” katanya.
Keberhasilan Naufal tidak lepas dari dukungan keluarga dan para dosen yang senantiasa memberikan motivasi. Ia menyebut orang tua dan dosen pembimbing skripsi sebagai sosok yang paling berjasa dalam perjalanan pendidikannya.
“Keluarga adalah fondasi utama. Mereka selalu mendukung secara moral maupun finansial, serta memberikan doa dan semangat dalam setiap proses yang saya jalani,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan studinya, Naufal berencana untuk langsung terjun ke dunia kerja guna memperoleh pengalaman profesional yang lebih luas. Ia bercita-cita menjadi jaksa yang profesional dan berintegritas, sekaligus membuka peluang berkarier sebagai advokat. Tidak hanya itu, ia juga memiliki impian untuk membangun usaha di bidang legal technology maupun jasa konsultasi hukum yang inovatif.
Saat ini, Naufal tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian advokat, seleksi CPNS di lingkungan kejaksaan, serta mengembangkan berbagai ide bisnis yang berkaitan dengan dunia hukum.
Bagi mahasiswa yang ingin meraih prestasi akademik terbaik, Naufal berpesan agar selalu konsisten, berani mencoba hal-hal baru, dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar yang tersedia.
“Prestasi terbaik lahir dari proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan masa kuliah sebaik mungkin, bangun relasi yang baik, dan jangan pernah melupakan tujuan awal ketika memilih menempuh pendidikan hukum,” pesannya.
Menurut Naufal, kesuksesan yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari pencapaian akademik, melainkan dari kemampuan seseorang untuk memberikan manfaat bagi orang lain, menjaga integritas, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan bekal prestasi akademik, pengalaman organisasi yang aktif, serta komitmen terhadap keadilan, Muhammad Naufal Yasykur menjadi salah satu lulusan inspiratif Fakultas Hukum Unpas yang siap memberikan kontribusi nyata bagi dunia hukum Indonesia. (Rani)
