BANDUNG, unpas.ac.id – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan (Unpas) menggelar Screening Film Mata Kuliah Videografi bertajuk “Layar Tancap” di Kopi Tahura Punclut, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi karya film pendek mahasiswa DKV Unpas sekaligus wadah untuk memperkenalkan hasil pembelajaran videografi kepada masyarakat luas.
Screening film ini dihadiri oleh jajaran dosen Program Studi DKV Unpas serta mahasiswa DKV angkatan 2023 yang turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap karya-karya yang ditampilkan.
Mengusung semangat “Menyatukan ide, rasa, dan teknis lewat sebuah karya audio-visual bukanlah perjalanan yang singkat,” kegiatan ini menampilkan film-film pendek fiksi hasil tugas Ujian Akhir Semester mahasiswa DKV Unpas.

Ketua Program Studi DKV Unpas, Purmaningrum Maeni, S.Sn., M.Ds., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut bahwa screening ini menjadi pengalaman baru bagi Program Studi DKV karena untuk pertama kalinya hasil karya mahasiswa dipresentasikan melalui pemutaran film di luar lingkungan kampus.
Purwaningrum Maeni berharap kegiatan ini diharapkan mampu memperluas ruang kreativitas mahasiswa, tidak hanya pada karya komunikasi visual berbasis grafis, tetapi juga pada media bergerak seperti motion graphics dan film.
“Screening film ini menjadi sesuatu yang baru karena baru semester ini kita mengadakan screening film. Saya berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas mahasiswa, tidak hanya dalam karya grafis, tetapi juga karya audio-visual. Apa yang ditayangkan hari ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus awal dari karya-karya yang nantinya bisa dibanggakan,” ungkapnya.
Purmaningrum Maeni menambahkan bahwa kegiatan screening film pendek ini juga bisa menjadi awal lahirnya tradisi apresiasi karya audio-visual di lingkungan DKV Unpas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh penilaian akademik, tetapi juga pengalaman menerima apresiasi, kritik, dan masukan langsung dari masyarakat dengan menampilkan karya di luar kampus. Menurutnya pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk terus berkembang sebagai insan kreatif yang siap berkarya di dunia professional.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama dan Budaya FISS Unpas, Dr. Fadli Abdillah, S.Sn., M.Ds., mengungkapkan rasa bangganya terhadap inisiatif Program Studi DKV dalam menghadirkan ruang apresiasi yang melibatkan masyarakat. Ia menilai kegiatan seperti ini penting sebagai langkah awal mempertemukan karya mahasiswa dengan publik dan industri kreatif.
Menurutnya, pengalaman memamerkan karya di luar kampus akan memberikan kepercayaan diri sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh tanggapan dari masyarakat.
“Ini menjadi kebanggaan bagi fakultas karena mungkin ini pertama kalinya screening film mahasiswa dilaksanakan di luar kampus. Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, karya mahasiswa tidak hanya diapresiasi oleh sivitas akademika, tetapi juga oleh masyarakat luas sehingga dapat menjadi bekal ketika memasuki industri kreatif,” tuturnya.
Selain pemutaran film, kegiatan ini terdapat sesi diskusi bersama dosen pengampu mata kuliah Videografi, Dicky Purnama Fajar, S.Sn., M.I.Kom., dan praktisi film Kang Awe.

Dalam sambutannya, Dicky Purnama Fajar menjelaskan bahwa seluruh film yang ditayangkan merupakan hasil proses pembelajaran mahasiswa selama satu semester pada mata kuliah Videografi. Mahasiswa ditantang untuk menghasilkan karya film pendek bergenre fiksi dengan mengintegrasikan kemampuan konseptual, artistik, dan teknis.
“Screening film ini merupakan salah satu hasil karya tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Videografi. Mahasiswa ditugaskan membuat sebuah film pendek bertema fiksi. Semoga film-film ini dapat dinikmati sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya di bidang perfilman,” ujarnya.

Melalui kegiatan “Layar Tancap”, Program Studi DKV FISS Unpas berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang apresiasi yang mendorong mahasiswa berani menampilkan karya di ruang publik. Selain menjadi bagian dari proses akademik, screening film ini juga menjadi sarana membangun budaya berkarya, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam pengembangan industri kreatif. (*/Rani)
