BANDUNG, unpas.ac.id — Program KOHE OKEH terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Setelah meraih Silver pada kategori Kerja Sama Industri dalam AKD 2025, program hasil kolaborasi ini bersiap naik kelas menjadi KOHE OKEH+ pada 2026, dengan target menjadi model ekonomi sirkular berskala nasional yang menghadirkan dampak terukur bagi petani, peternak, dan industri.
Salah satu dampak yang paling dirasakan datang dari para petani mitra baru, yaitu Asep Suryadi dan Edy Widayat yang merupakan anggota Polri aktif. Melalui penerapan teknologi smart farming, mereka memperoleh kemudahan dalam proses budidaya sekaligus kepastian pasar hasil panen.
Edy Widayat, anggota Polri aktif yang kini juga menjadi mitra petani dalam program KOHE OKEH+ mengatakan sistem yang diterapkan membuat proses budidaya jagung menjadi lebih praktis dan efisien.
“Saya ikut menanam jagung karena lebih simpel, lebih gampang dalam pemeliharaan dan penjualannya,” kata Edy saat diwawancarai, Sabtu (20/6/2026).

Hal senada disampaikan Asep Suryadi yang bergabung dalam program karena memberikan jaminan pemasaran yang selama ini menjadi tantangan utama petani.
“Kalau urusan pasar segala macam, sudah jelas. Kalau yang lain begitu panen, pusing juga buat masarinnya. Harganya pun pas. Jadi kita panen tidak hancur juga di pasaran,” ujar Asep.
Selain memberikan manfaat ekonomi melalui kepastian pasar, program ini juga menghadirkan transfer teknologi kepada petani. Pengembangan perangkat smart farming Fertiflow memungkinkan lahan-lahan yang sebelumnya belum produktif dimanfaatkan untuk budidaya jagung sebagai bahan baku pakan ternak.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi solusi untuk mengoptimalkan lahan kosong sekaligus memperkuat ketersediaan pakan sapi. Dengan demikian, ketahanan pakan nasional dapat ditingkatkan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan sumber protein hewani.
Diketahui Program KOHEOKEH+ 2026 merupakan kolaborasi Universitas Pasundan (Unpas) dengan PT. Agrijaya Prima Sukses, PT. Asri Buana Farm, PT. Paragon Trans Indonesia, PT. Tani Untuk Bersama dan PT. Tekno Solusi Agro. (Rani)
