BANDUNG, unpas.ac.id – Sebanyak 60 guru peserta Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) Afirmasi Gelombang I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) resmi diwisuda. Para guru tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan jenjang D4/S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Prosesi wisuda berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Unpas dalam rangka Wisuda Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik D4/S1 bagi Guru melalui RPL Program Studi PGSD FKIP Unpas Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan mengusung tema “Membangun Budaya Akademik, Menyalakan Harapan, Meneguhkan Jati Diri” dan digelar di Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari, Rabu (9/9/2026).

Ketua Senat Unpas Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, M.S. secara resmi membuka sidang terbuka tersebut. Wisuda ini dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. beserta para Wakil Rektor, Dekan FKIP Unpas Dr. Hj. Dini Riani, S.E., M.M. beserta jajarannya serta anggota senat.
Ketua Pelaksana Wisuda, Dr. Rina Indriani, M.Pd., mengatakan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang ditujukan untuk membantu para guru memperoleh kualifikasi akademik pada jenjang D4 atau S1.
“Program ini terdiri dari dua kategori, yaitu PKA Reguler yang diperuntukkan bagi guru berusia kurang dari 47 tahun dan PKA Afirmasi yang diperuntukkan bagi guru berusia 47 tahun atau lebih dengan pengalaman belajar minimal lima tahun,” ujar Rina.

Dalam pelaksanaannya, Prodi PGSD FKIP Unpas dipercaya menerima 124 mahasiswa PKA Reguler. Jumlah tersebut terdiri atas 39 mahasiswa PKA Gelombang I yang saat ini berada di semester 3, 55 mahasiswa Gelombang II yang berada di semester 2, serta 30 mahasiswa Gelombang III yang masih berada dalam tahap konversi.
Sementara itu, PKA Afirmasi Gelombang I Prodi PGSD FKIP Unpas diikuti 60 mahasiswa yang pada kesempatan tersebut mengikuti prosesi wisuda.
Para mahasiswa PKA Afirmasi memperoleh pengakuan sebanyak 100 Satuan Kredit Semester (SKS) melalui proses konversi dan menempuh perkuliahan selama dua semester dengan beban 46 SKS.
Sebagai bagian dari penyelesaian studi, para mahasiswa juga menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Dengan demikian, sebanyak 60 mahasiswa PKA Afirmasi Gelombang I Prodi PGSD FKIP Unpas dinyatakan berhasil menyelesaikan program pemenuhan kualifikasi akademik D4/S1 melalui program RPL.
Rina menyampaikan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pimpinan Paguyuban Pasundan, Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan, pimpinan Unpas, pimpinan FKIP Unpas, pengelola program PKA, para dosen, hingga seluruh pihak yang mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
“Semoga ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran serta pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan di sekolah dasar,” katanya.
Gelar Akademik sebagai Amanah Pengabdian

Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. mengatakan, wisuda tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi penanda penting dalam perjalanan pengabdian para wisudawan dan wisudawati sebagai pendidik.
“Gelar akademik yang diperoleh pada hari ini tentu merupakan pencapaian yang patut kita syukuri. Namun lebih dari itu, capaian akademik ini hendaknya dimaknai sebagai amanah untuk memberikan pengabdian yang lebih baik kepada peserta didik, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, para wisudawan telah melalui proses pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi akademik di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai guru. Mereka tetap meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran, sekaligus membagi perhatian antara keluarga, pekerjaan, dan berbagai tanggung jawab lainnya.
“Selamat atas keberhasilan, selamat kepada keluarganya juga yang selama ini memberikan dukungan, dan terima kasih kepada para dosen serta seluruh pihak yang telah mendampingi kalian hingga mencapai hari ini,” katanya.

Prof. Azhar menegaskan bahwa guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Ia mengatakan, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, perkembangan teknologi, maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, kreativitas, integritas, dan kemampuan bekerja sama.
“Manusia-manusia tersebut dibentuk melalui proses pendidikan. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting,” tuturnya.
Ia menilai guru bukan sekadar sosok yang menyampaikan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan yang turut menentukan masa depan anak-anak Indonesia.
Karena itu, Prof. Azhar berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memberikan teladan mengenai bagaimana menjadi manusia yang baik.
“Ajarkan ilmu, bangun karakter dan tumbuhkan rasa percaya diri, hargai perbedaan, dan tanamkan pada peserta didik keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.
Kesuksesan Bukan Sekadar Jabatan dan Kekayaan

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. turut menyampaikan kebahagiaannya dapat menyaksikan para guru menyelesaikan studi dan mengikuti prosesi wisuda di Unpas.
Ia memberikan apresiasi kepada para wisudawan yang, meskipun tidak lagi berada pada usia muda, tetap memiliki semangat untuk meningkatkan pendidikan dan menyelesaikan studi.
“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu wisudawan. Di usia yang tidak lagi muda telah menyelesaikan studi,” ucapnya.
Prof. Didi juga mengingatkan bahwa ukuran kesuksesan seseorang tidak semata-mata dilihat dari pangkat, jabatan, maupun kekayaan.
“Kesuksesan seseorang itu bukan pada pangkat, jabatan, dan kekayaan, tetapi pada hati yang damai,” ujarnya.
Ia berharap kesempatan yang dinilai istimewa tersebut dapat dimanfaatkan para wisudawan untuk semakin meningkatkan pengabdian sebagai pendidik.
“Selamat mengabdi, selamat berjuang. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan dan lindungan kepada kita semua,” pungkasnya. (Rani)
