BANDUNG, unpas.ac.id – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pasundan (Unpas) menyelenggarakan pameran karya Tugas Akhir bertajuk “UNFOLD — The Next Phase” pada 2–3 September 2026 di Fragment Project, Jl. Ir. H. Juanda No. 23, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
Pameran yang terbuka untuk umum ini menampilkan beragam karya mahasiswa Tugas Akhir Periode 52 sebagai representasi dari proses pembelajaran, eksplorasi, serta pengembangan gagasan selama menempuh pendidikan di DKV Unpas.
Mengusung tema “The Next Phase”, UNFOLD dimaknai sebagai momentum bagi mahasiswa untuk membuka lembaran baru setelah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Pameran ini menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil proses kreatif mahasiswa sekaligus menjadi jembatan menuju fase berikutnya dalam perjalanan profesional mereka.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi DKV Unpas, Purmaningrum Maeni, S.Sn., M.Ds., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran pimpinan fakultas, jajaran dosen DKV Unpas, bagian Pengembangan Asisten Program Studi (Asprodi) DKV Indonesia Arif Budiman, M.Sn., panitia, peserta pameran, serta para tamu undangan dan pengunjung.
“Pameran UNFOLD ini merupakan bagian dari rangkaian yang harus dipenuhi dalam mata kuliah Tugas Akhir. Diharapkan karya yang dipamerkan dapat menjadi portofolio sekaligus inspirasi dan referensi bagi para pengunjung,” ujar Purmaningrum.
Menurutnya, setiap karya yang ditampilkan merupakan hasil dari proses belajar, eksplorasi, dan pengembangan gagasan yang menjadi bekal mahasiswa untuk melanjutkan kreativitasnya di masa mendatang.
“Pameran ini menandai akhir dari sebuah perjalanan sekaligus awal dari perjalanan baru. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial, lingkungan, dan teknologi sehingga siap membuka lembaran baru yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang,” lanjutnya.
Sementara itu, bagian Pengembangan Asisten Program Studi (Asprodi) DKV Indonesia Arif Budiman, M.Sn. menekankan pentingnya peran mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan untuk tetap terhubung sebagai alumni dan memberikan dampak positif bagi almamater maupun lingkungan sekitarnya.
“Mahasiswa atau kalian semua yang sudah melakukan pameran ini harus tetap menyambung sebagai alumni yang nantinya memberikan dampak-dampak positif,” ujar Arief.
Arief berharap para lulusan DKV Unpas mampu membawa nama baik almamater melalui pengalaman, kompetensi, serta karya yang mereka hasilkan setelah menyelesaikan pendidikan. Arief juga menegaskan pentingnya mendorong program studi DKV di Indonesia untuk terus berkembang dan mencapai predikat unggul. Pameran mahasiswa, menurutnya, menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dapat mendukung pencapaian tersebut.
“Salah satunya adalah pameran ini,” katanya.
Selain menjadi ruang apresiasi terhadap karya mahasiswa, pameran juga diharapkan mampu memberikan motivasi bagi mahasiswa di tingkat bawah agar terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang lebih baik.
Arief berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta hingga mereka menyelesaikan pendidikan dengan rasa bangga dan puas terhadap proses yang telah dilalui.
“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini semakin meningkatkan motivasi adik-adik kelasnya supaya jadi lebih baik,” tuturnya.
Ia pun berpesan agar para mahasiswa dapat membawa pengalaman yang diperoleh selama berproses di kampus sebagai bekal untuk memberikan kontribusi terbaik setelah lulus.
Menjadi Ruang Eksplorasi dan Inspirasi

Ketua Pelaksana UNFOLD, Alfito, mahasiswa DKV angkatan 2022, menjelaskan bahwa pemilihan nama UNFOLD berkaitan erat dengan fase yang sedang dilalui para peserta pameran.
“Mahasiswa yang baru lulus ini sedang membuka lembaran baru. Karena itu, dipilih nama UNFOLD sebagai pembuka lembaran baru bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan Tugas Akhir,” jelas Alfito.
Pameran ini diikuti oleh mahasiswa dari beberapa angkatan, dengan mayoritas peserta berasal dari angkatan 2022 serta terdapat pula peserta dari angkatan sebelumnya. Karya yang ditampilkan tidak hanya terbatas pada perancangan identitas visual atau branding, tetapi mencakup berbagai persoalan dan pendekatan kreatif yang menunjukkan luasnya bidang kajian DKV.

Alfito berharap UNFOLD dapat menjadi media inspirasi bagi mahasiswa DKV, khususnya mahasiswa tingkat bawah yang nantinya akan memasuki tahap Tugas Akhir.
“Tujuannya sebagai media inspirasi bagi teman-teman dari universitas lain maupun adik-adik kelas. Mereka bisa mendapatkan gambaran mengenai Tugas Akhir dan melihat bahwa tema yang diangkat tidak harus selalu terbatas pada hal-hal formal. Banyak persoalan yang bisa diangkat menjadi sebuah karya,” ungkapnya.
Ia juga berharap penyelenggaraan UNFOLD dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya sebagai sebuah legacy bagi mahasiswa DKV Unpas.
Mengangkat Beragam Persoalan dan Pendekatan

Salah satu pameris, Sammy, mahasiswa DKV angkatan 2022, menampilkan karya yang berangkat dari persoalan aksesibilitas menuju Pasar Seni dan Antik Cikapundung. Ia melihat adanya permasalahan pada akses menuju area basement yang minim pencahayaan dan belum memiliki sign system yang memadai.
“Ketika saya bertanya kepada beberapa orang, ada pelajar SMP yang datang ke sana tetapi akhirnya kembali karena tidak mengetahui jalannya. Dari permasalahan itu, saya membuat wayfinding dengan pendekatan sequential experience,” jelas Sammy.
Karyanya menggabungkan sign system dan environmental graphic dengan mempertimbangkan karakter kuat Pasar Seni dan Antik Cikapundung. Ia juga menyasar generasi muda dengan pendekatan visual yang berkaitan dengan tren nostalgia retro.

Menurut Sammy, mengikuti pameran UNFOLD memberikan pengalaman sekaligus pembelajaran baru. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh mahasiswa angkatan 2019 pada 2023.
Sementara itu, pameris lainnya, Fachrul, mengangkat perancangan identitas visual untuk House of Devina. Karyanya mencakup perancangan logo, warna, tipografi, fotografi, hingga brand guideline yang menjelaskan proses dan sistem identitas visual secara menyeluruh.
Fachrul berharap karya-karya yang dipamerkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa yang akan memasuki tahap Tugas Akhir.
“Harapannya, adik-adik angkatan bisa melihat pameran ini sebagai referensi atau gambaran mengenai Tugas Akhir mereka nantinya,” tuturnya.
Menjadi Gambaran bagi Mahasiswa Tingkat Bawah

Antusiasme juga datang dari para pengunjung. Fauzan, mahasiswa DKV angkatan 2023, mengaku mendapatkan gambaran baru mengenai proses dan hasil Tugas Akhir setelah mengunjungi pameran.
“Senang karena mendapatkan gambaran dan inspirasi untuk Tugas Akhir selanjutnya. Jadi tahu, ternyata Tugas Akhir itu seperti ini. Karya-karyanya juga keren,” ungkap Fauzan.
Ia menilai karya yang menggunakan ilustrasi maupun pendekatan handmade memberikan kesan tersendiri karena menunjukkan proses dan usaha yang lebih besar dalam pembuatannya.
Bagi para peserta, UNFOLD bukan hanya menjadi ruang untuk memamerkan hasil akhir karya, tetapi juga menjadi titik temu antara proses akademik, apresiasi publik, dan langkah awal menuju dunia profesional.
Melalui UNFOLD — The Next Phase, mahasiswa Tugas Akhir Periode 52 DKV Unpas menunjukkan bahwa sebuah karya tidak berhenti ketika tugas akademik selesai. Sebaliknya, karya tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan baru untuk terus mengeksplorasi, beradaptasi, berkarya, dan memberikan kontribusi melalui bidang Desain Komunikasi Visual. (*/Rani)
