BANDUNG, unpas.ac.id – Sebanyak 35 dokter muda Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas) resmi mengucapkan Sumpah Dokter Gelombang IV Periode 2025/2026 di Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari, Jumat (28/8/2026). Prosesi tersebut menandai berakhirnya pendidikan profesi sekaligus dimulainya pengabdian para dokter baru di tengah masyarakat.
Acara dihadiri Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan Dr. Cece Suryana, S.H., M.M., Rektor Universitas Pasundan Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Belmawabud Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T., serta Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Dana Usaha Unpas Prof. Dr. H. M. Budiana, S.I.P., M.Si.
Turut hadir Dekan FK Unpas Prof. Dr. Wiryawan Permadi, dr., Sp.OG(K), beserta para Wakil Dekan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Barat dr. Lukman Yanuar Rachman, MPH yang mewakili Kepala Dinkes Jabar, Asep Kamal Sahroni, Apt., M.H., M.Farm. yang mewakili Kepala Dinkes Kota Bandung, serta Kepala Dinkes Kota Cimahi Dr. Mulyati, S.Kep., Ners., M.Kes.

Sejumlah pimpinan organisasi dan fasilitas pelayanan kesehatan juga hadir, di antaranya Ketua IDI Jawa Barat dr. Mohamad Luthfi, Sp.PD., Subs.HOM(K), FINASIM., MMRS, FISQua., Ketua IDI Kota Bandung dr. Arif Budiman, Sp.BA., Direktur Bandung Kiwari dr. H. Arief Budiman, Sp.A(K), M.Kes., serta Direktur Utama Cibabat Kota Cimahi dr. Jeffry Iman Gurnadi, Sp.OG., M.Kes.
Wakil Dekan I FK Unpas dr. Helmi Rossa Gunadi, M.K.K., mengatakan 35 dokter muda yang mengucapkan sumpah merupakan bagian dari angkatan istimewa. Mereka menjadi angkatan pertama Program Studi Profesi Dokter FK Unpas yang menjalani pendidikan dengan metode Longitudinal Integrated Clerkship (LIC).
Metode tersebut menekankan kesinambungan proses pembelajaran serta hubungan dokter muda dengan pasien dan pembimbing klinik selama masa kepaniteraan.
“Metode ini telah membentuk dokter muda yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga matang secara sikap dan empati klinis,” ujar Helmi.

Kesungguhan para dokter muda tersebut juga tercermin dari capaian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Mei 2026. Tingkat kelulusan mencapai 97,22 persen, yang dinilai menjadi bukti kesiapan lulusan untuk menjalankan praktik kedokteran secara profesional dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, FK Unpas juga memberikan apresiasi kepada tiga lulusan dengan capaian akademik terbaik. Lulusan terbaik pertama diraih Muhammad Raihan Irsyad Rinaldi dengan IPK 3,78, disusul Zettira Dwi Zahra dengan IPK 3,74 sebagai lulusan terbaik kedua, dan Muhammad Imam Arya dengan IPK 3,72 sebagai lulusan terbaik ketiga.

Helmi menambahkan, FK Unpas tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi kedokteran, tetapi juga karakter SAHAM, yakni Someah, Akhlakul Karimah, Handap Asor, Asah Asih Asuh, dan Motekar. Nilai tersebut diintegrasikan dengan budaya Sunda melalui semangat Pengkuh Agamana, Luhung Elmuna, dan Jembar Budayana.
“Melalui karakter ini, kami menaruh harapan yang sangat besar kepada dokter muda, bukan hanya sebagai praktisi dan klinisi yang kompeten, tetapi juga sebagai pendidik, peneliti, agen perubahan, serta penggerak pembangunan sosial melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Dokter Diminta Menjaga Amanah dan Terus Belajar

Sumpah Dokter dipimpin langsung oleh Dekan FK Unpas Prof. Dr. Wiryawan Permadi, dr., Sp.OG(K). Dalam sambutannya, ia mengingatkan para dokter baru bahwa pengucapan sumpah merupakan awal dari perjalanan panjang dalam menjalankan profesi kedokteran.
Ia mengatakan, di balik pencapaian para dokter baru terdapat perjuangan panjang selama menempuh pendidikan, baik pada jenjang sarjana maupun profesi. “Ini merupakan tanggung jawab kita memberikan yang terbaik bagi pasien kita,” ujarnya.
Wiryawan juga menekankan bahwa seorang dokter harus terus belajar karena ilmu kedokteran berkembang sepanjang waktu.
“Seorang dokter itu tidak pernah berhenti belajar. Proses pembelajaran itu adalah pembelajaran seumur hidup,” katanya.

Menurutnya, dalam menjalankan profesi, para dokter akan menghadapi berbagai kondisi pasien, termasuk kasus yang tidak selalu berakhir dengan kesembuhan. Karena itu, dokter harus memiliki kesiapan ilmu sekaligus kematangan dalam menghadapi berbagai situasi.
Di akhir pesannya, Wiryawan menitipkan pesan kepada para dokter baru untuk menjaga nama baik almamater. “Saya titip jaga nama baik almamater yang kita cintai ini,” tuturnya.

Perwakilan dokter baru, dr. Gallant Akmal Triana, M.H., menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak diraih secara individual. Menurutnya, keberhasilan menjadi dokter merupakan hasil dari dukungan para dosen, pembimbing, dan orang tua.
“Kepada dokter-dokter yang kami hormati dan kami cintai, terima kasih telah mengajarkan kami, bukan hanya ilmu kedokteran tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang memahami manusia lainnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas ilmu, waktu, kesabaran, nasihat, teguran, dan berbagai proses pendidikan yang telah membentuk mereka hingga akhirnya dapat mengucapkan sumpah dokter.

Gallant berharap para dokter baru tidak hanya menjadi dokter yang unggul secara keilmuan, tetapi juga tetap rendah hati, peduli, dan memiliki semangat pengabdian.
“Hari ini kita mendapatkan gelar seorang dokter, namun sesungguhnya hari ini kita diamanahkan menjaga kepercayaan untuk menjaga kehidupan,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh rekan sejawat yang baru mengucapkan sumpah.
“Semoga ilmu kita bermanfaat, langkah kita menjadi pengabdian dan profesi kita menjadi jalan untuk membawa kebaikan bagi semua,” katanya.
Pentingnya Moral Bagi Seorang Dokter

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., turut memberikan pesan kepada para dokter baru. Ia mengingatkan agar para lulusan tidak merasa rendah diri karena telah berhasil melewati pendidikan kedokteran.
Prof. Didi mengaku bangga terhadap capaian lulusan FK Unpas, khususnya angkatan pertama hingga angkatan berikutnya yang memiliki tingkat kelulusan tinggi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil perjuangan dekan, para wakil dekan, serta dosen FK Unpas dalam mendidik dan melahirkan alumni berkualitas.
Ia juga meminta para dokter baru untuk senantiasa bersyukur karena telah berhasil menjadi bagian dari mereka yang terpilih menempuh pendidikan kedokteran. Prof. Didi berharap terdapat karakter pembeda pada dokter lulusan Unpas, khususnya dalam aspek moral.

Sementara itu, Ketua IDI Jawa Barat dr. Mohamad Luthfi, Sp.PD., Subs.HOM(K), FINASIM., MMRS, FISQua., mengingatkan bahwa pengucapan sumpah dokter membawa konsekuensi tanggung jawab moral dan profesional. Menurutnya, para dokter baru harus senantiasa menempatkan kepentingan pasien di atas kepentingan pribadi.
“Diikrarkannya sumpah dokter ini, maka di pundak adik-adik semua ada tanggung jawab untuk senantiasa menempatkan kepentingan pasien di atas kepentingan pribadi,” katanya.
Ia juga berpesan agar para dokter baru terus menjaga ilmu, etika, dan integritas dalam menjalankan profesi kedokteran. (Rani)
