PURWOKERTO, unpas.ac.id — Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) melaksanakan Academic Traveling sekaligus menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Senin (6/7/2026).
Delegasi dari Pascasarjana Unpas terdiri atas Direktur Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, M.S., Wakil Direktur I (Bidang Akademik, Pembelajaran & Kemahasiswaan) Prof. Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Aziz, M.Si., Ketua Prodi DIS Prof. Dr. Thomas Bustomi, M.Si., Sekretaris Prodi Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si, bersama dengan Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik Prof. Dr. Iwan Satibi, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Taqwati Firdausiyah, M.Si. dan Kepala UPT Kerja Sama Prof. Dr. Lia Muliawaty, M.Si, dan Kepala Humas dan Promosi Pascasarjana Unpas, Dr. Heri Erlangga, M.Pd serta staf Prodi DIS Lingga.

Dilansir dari www.pasjabar.com, Academic Traveling bertujuan memperbarui kurikulum sekaligus memperluas jejaring akademik. Prodi DIS Pascasarjana Unpas mengembangkan konsep Academic Traveling sebagai media pembelajaran kolaboratif. Program ini mendorong penyempurnaan kurikulum sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan pendidikan tinggi.
Selama kunjungan, tim Pascasarjana Unpas berdiskusi dengan pimpinan serta sivitas akademika FISIP Unsoed. Mereka membahas pengembangan program doktor, inovasi pembelajaran, implementasi Outcome Based Education (OBE), hingga strategi meningkatkan mutu akademik.
Selain itu, kedua institusi bertukar pengalaman mengenai pengelolaan program studi. Diskusi juga membahas tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital. Dengan demikian, setiap peserta memperoleh perspektif baru untuk pengembangan institusi masing-masing.

Kepala UPT Humas dan Promosi Pascasarjana Unpas, Dr. Heri Erlangga, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa studi banding kurikulum menjadi bagian penting dalam evaluasi Program Studi Doktor Ilmu Sosial.
“Studi banding ini menjadi bagian dari pemutakhiran kurikulum. Program tersebut juga mendukung evaluasi penamaan program studi serta penyempurnaan kurikulum agar tetap sesuai regulasi dan kebutuhan masyarakat,” kata Heri.
Ia menambahkan, Academic Traveling memberi kesempatan kepada tim Pascasarjana Unpas untuk mempelajari praktik terbaik penyelenggaraan pendidikan Doktor di FISIP Unsoed. Selanjutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam penyempurnaan kurikulum di Unpas.

Dekan FISIP Unsoed Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si. mengapresiasi kunjungan akademik Pascasarjana Unpas. Menurutnya, kolaborasi antarkampus mampu meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik Academic Traveling dari Pascasarjana Universitas Pasundan. Pertukaran pengalaman dan praktik terbaik akan memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujarnya.
Pihaknya berharap kerja sama ini bisa berkembang melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, dan pengembangan sumber daya akademik.
Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah kuliah umum mengenai “Dinamika Inovasi Kebijakan Publik di Era Ketidakpastian” yang disampaikan oleh Koordinator Pascasarjana Unsoed, Prof. Dr. Dwiyanto Indiahono, M.Si. yang dipandu oleh moderator Ketua Program Studi DIS Pascasarjana Unpas Prof. Dr. Thomas Bustomi, M.Si. (*)
