BANDUNG, unpas.ac.id – Rektor Universitas Pasundan (Unpas) Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. melantik Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unpas beserta jajaran pengurus periode 2026–2027 di Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari, Senin (31/8/2026). Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru BEM KM Unpas untuk satu periode ke depan.
Pelantikan ini dihadiri juga oleh Wakil Rektor Belmawabud Unpas Prof. Dr. H. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T, Kabiro Belmawabud Hj. R. Iin Martina, S.H. beserta jajarannya dan para Ketua UKM di lingkungan Unpas.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Azhar menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Mahasiswa beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap estafet kepemimpinan BEM KM Unpas dapat membawa organisasi kemahasiswaan tersebut melangkah lebih jauh dan memberikan kontribusi yang semakin besar.
“Mudah-mudahan estafet kepemimpinan sekarang bisa melesat lebih jauh lagi,” ujar Prof. Azhar.
Menurutnya, BEM KM Unpas merupakan rumah bersama bagi seluruh mahasiswa. Oleh karena itu, keberadaan BEM diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Paguyuban Pasundan dan Universitas Pasundan dalam ranah kemahasiswaan maupun kehidupan bermasyarakat.
Prof. Azhar juga berharap kepengurusan baru dapat membangun semangat kebersamaan serta menghadirkan berbagai gerakan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, almamater, dan masyarakat.

Presiden Mahasiswa BEM KM Unpas periode 2026–2027, Muamar Ba’asir dari Fakultas Hukum Unpas, mengaku bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Namun, ia menyadari bahwa jabatan tersebut merupakan amanah dengan tanggung jawab yang besar.
“Bagi saya, terpilih menjadi Ketua atau Presiden Mahasiswa bukan sekadar sebuah pencapaian, tetapi awal dari pengabdian yang lebih besar,” kata Muamar.
Ia menuturkan, perjalanan organisasinya dimulai dari berbagai pengalaman, mulai dari Paskibra, organisasi intra kampus, hingga dipercaya memimpin BEM Fakultas Hukum Unpas. Berbagai proses tersebut, menurutnya, telah memberikan pelajaran mengenai tanggung jawab, kolaborasi, dan pengabdian.
“Karena itu, hari ini saya ingin menjadikan kepercayaan yang diberikan sebagai energi untuk benar-benar hadir, mendengar, dan bergerak bersama seluruh mahasiswa,” ujarnya.
Usung Semangat “Melaju Bersama Unpas Gemilang”

Dalam kepengurusan 2026–2027, Muamar membawa visi menjadikan BEM KM Unpas sebagai rumah perjuangan keluarga mahasiswa yang kolaboratif, progresif, dan visioner, berlandaskan nilai luhur Pasundan untuk mewujudkan BEM yang harmonis dan berdampak bagi mahasiswa, almamater, dan negara.
Visi tersebut diwujudkan melalui semangat “Melaju Bersama Unpas Gemilang.” Menurut Muamar, kata “Melaju” mencerminkan upaya menghidupkan kembali ruh kampus perjuangan melalui keberpihakan dan advokasi terhadap mahasiswa serta masyarakat.
Sementara “Bersama” menjadi semangat untuk menjadikan BEM sebagai rumah bersama yang dibangun melalui kekeluargaan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh elemen mahasiswa.
Adapun “Unpas Gemilang” dimaknai sebagai upaya membangun ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, serta memberikan dampak melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan nilai luhur Pasundan.
Kemudian, pada 100 hari pertama kepengurusan, BEM KM Unpas akan memprioritaskan penguatan fondasi organisasi. Muamar mengatakan, pihaknya tidak ingin sekadar mengejar banyaknya program kerja, tetapi memastikan sistem kerja dan arah gerakan organisasi memiliki dasar yang kuat.
Salah satu fokus utama adalah melakukan konsolidasi antara BEM KM, BEM Fakultas, himpunan mahasiswa, dan seluruh elemen organisasi mahasiswa.
“Kami akan membangun forum koordinasi, memetakan pemangku kepentingan, serta membangun kesepakatan mengenai arah sinergi bersama,” tuturnya.
Selain konsolidasi, kepengurusan baru juga akan menyusun sistem evaluasi dan indikator keberhasilan melalui SIA dan KPI. Dengan demikian, 100 hari pertama diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah, membangun sistem, sekaligus mempersiapkan fondasi bagi pelaksanaan program-program yang kolaboratif dan berdampak.

Muamar menegaskan bahwa BEM KM tidak dapat berjalan sendiri. Maka dari itu, komunikasi dengan organisasi mahasiswa lainnya akan dibangun secara terbuka dan rutin.
Menurutnya, kolaborasi tidak boleh berhenti pada pertemuan atau slogan, tetapi harus menghasilkan perencanaan bersama, pembagian peran yang jelas, serta evaluasi bersama.
“BEM KM bukan lembaga yang harus berdiri di atas organisasi lain, tetapi harus menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh Keluarga Mahasiswa agar kita dapat bergerak dalam arah yang sama,” katanya.
Muamar juga menyadari bahwa salah satu tantangan terbesar selama satu periode kepengurusan adalah menyatukan berbagai perbedaan dalam satu arah perjuangan.
Universitas Pasundan memiliki mahasiswa dan organisasi dengan karakter, kebutuhan, serta cara pandang yang beragam. Di sisi lain, masih terdapat pola kerja yang terpisah, program yang belum sepenuhnya dirasakan secara merata, serta sistem evaluasi yang belum seluruhnya terukur.
Namun, ia memandang keberagaman bukan sebagai hambatan. “Justru tugas kami adalah mengubah keberagaman tersebut menjadi kekuatan,” ujarnya.
Untuk menjaga kekompakan sekaligus profesionalitas pengurus, Muamar akan memadukan pendekatan kekeluargaan dengan sistem kerja profesional. Pembagian tugas yang jelas, target terukur, komunikasi terbuka, dan evaluasi berkala akan menjadi bagian dari pola kerja kepengurusan.
KPI juga akan digunakan sebagai salah satu instrumen untuk melihat perkembangan kinerja setiap bidang.
“Kita adalah keluarga dalam kebersamaan, tetapi tetap profesional dan bertanggung jawab ketika menjalankan amanah,” katanya.
Ukuran Keberhasilan Bukan Sekadar Seremonial

Muamar menegaskan bahwa BEM KM Unpas tidak ingin mengukur keberhasilan hanya dari jumlah kegiatan atau kemeriahan acara. Ukuran utama keberhasilan organisasi adalah dampak yang dirasakan mahasiswa dan masyarakat.
Setiap program akan diarahkan memiliki tujuan, target, dan indikator keberhasilan yang jelas. Evaluasi berbasis SIA dan KPI akan digunakan untuk mengukur sekaligus mengembangkan program.
Sejumlah program unggulan yang disiapkan di antaranya Desa Gemilang, PRF, dan Job Fair International. Namun, Muamar menekankan bahwa pelaksanaan program bukan menjadi tujuan akhir.
“Program tidak hanya selesai dilaksanakan, tetapi harus meninggalkan dampak,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Unpas untuk terlibat aktif dalam perjalanan kepengurusan BEM KM selama satu periode. Menurutnya, BEM bukan milik Presiden Mahasiswa maupun pengurus semata, melainkan rumah bersama seluruh Keluarga Mahasiswa Universitas Pasundan.
Muamar berharap mahasiswa dapat memberikan kritik ketika BEM melakukan kesalahan, menyampaikan masukan ketika terdapat kekurangan, serta membangun kolaborasi dalam berbagai perjuangan bersama.
“Saya berharap mahasiswa Unpas dapat terus menjadi mahasiswa yang kritis, aktif, progresif, dan tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Muamar menyampaikan terima kasih atas doa, kepercayaan, dan dukungan yang telah diberikan kepada kepengurusan baru.
Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dibuktikan melalui kerja nyata dan pengabdian.
“BEM KM Unpas bukan hanya sebuah kepengurusan. Kami ingin menjadikan BEM sebagai ruang pengabdian, ruang kolaborasi, dan rumah perjuangan bagi seluruh mahasiswa,” kata Muamar.
Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan kekeluargaan sebagai fondasi, kolaborasi sebagai cara bekerja, dan perjuangan sebagai ruh gerakan.
“Bersama kita bergerak, bersama kita mengabdi, dan bersama kita membawa perubahan. Melaju Bersama, Unpas Gemilang!,” pungkasnya. (Rani)
