BANDUNG, unpas.ac.id – Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kapasitas sebelum memasuki pasar tenaga kerja yang kompetitif. Hal tersebut dikatakan oleh Komisaris PT Bank Syariah Nasional Machhendra Setyo Atmaja, S.IP., M.I.Kom. saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (Unpas) pada Kamis lalu (17/9/2026).
Dihadapan mahasiswa baru FEB Unpas, Ia kemudian membagikan enam kebiasaan yang dapat mulai dibangun mahasiswa sejak masa kuliah.
Pertama, akrab dengan angka. Kemampuan memahami dan membaca angka menjadi salah satu bekal penting, terutama bagi mahasiswa yang akan berhadapan dengan persoalan ekonomi, bisnis, dan pengambilan keputusan.
Kedua, membiasakan diri membaca data resmi. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial, tetapi juga mengenal sumber data resmi dari lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ketiga, menguasai tools kerja. Penguasaan perangkat seperti Microsoft Excel, SPSS atau Python, serta literasi kecerdasan artifisial (AI), dinilai penting untuk menunjang kemampuan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia profesional yang terus berkembang.
Keempat, berani menantang diri untuk memimpin. Organisasi kemahasiswaan dan berbagai kompetisi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan bekerja sama, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan memimpin.
Kelima, memulai pengalaman magang lebih awal. Pengalaman di dunia kerja sejak masa kuliah dapat membantu mahasiswa mengenali lingkungan profesional sekaligus menguji dan mengembangkan kemampuan yang telah dipelajari di ruang kelas.
Keenam, membangun literasi finansial. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi bekal yang dibutuhkan, tidak hanya ketika memasuki dunia profesional, tetapi juga dalam kehidupan personal.
“Skill tumbuh karena dipakai. Leadership tumbuh karena dipraktikkan,” kata Machhendra.
Pesan tersebut menempatkan pengalaman sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak harus menunggu hingga lulus untuk mulai membangun kapasitas dan pengalaman kepemimpinan.
Menurutnya, di tengah dunia yang terus berubah, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menciptakan dampak, baik bagi diri sendiri, lingkungan kampus Unpas, maupun dunia profesional yang kelak mereka masuki. (Rani)
