BANDUNG, unpas.ac.id – Pengalaman belajar di luar negeri menjadi babak baru yang penuh makna bagi dua mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (Unpas), Aliya Siti Zahra dari Program Studi Manajemen angkatan 2023 dan Nagita Rianto dari Program Studi Akuntansi angkatan 2023. Keduanya berkesempatan mengikuti Program Global Collaborative Summer School di Kyung Hee University, Korea Selatan, yang diselenggarakan pada 20 Juni hingga 30 Juli 2026.
Selama lebih dari satu bulan, Aliya dan Nagita tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman lintas budaya bersama mahasiswa dari berbagai negara. Program ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring internasional, sekaligus mengembangkan kompetensi kepemimpinan yang inklusif.

Perjalanan mereka diawali dengan e-School Fellows Dinner Gathering, sebuah kegiatan penyambutan yang mempertemukan seluruh peserta program e-School dari berbagai negara. Para peserta diajak mengikuti International Campus Tour Kyung Hee University untuk mengenal lingkungan kampus yang akan menjadi tempat belajar selama program berlangsung. Momen tersebut menjadi kesempatan pertama bagi para peserta untuk saling berkenalan dan membangun relasi internasional.
Selama mengikuti program, Aliya dan Nagita mengambil kelas Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) yang dibimbing oleh Prof. Irina Bokova dan Prof. Hwanhee Park. Dalam setiap pertemuan, mereka mempelajari pentingnya keberagaman, kesetaraan kesempatan, dan inklusi dalam membangun organisasi yang lebih etis, inovatif, serta berkelanjutan. Berbagai diskusi yang berlangsung di kelas juga memberikan perspektif baru mengenai kepemimpinan inklusif dalam menghadapi tantangan global.

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus kenang-kenangan di akhir program, Aliya dan Nagita menyerahkan kain batik kepada para profesor. Cendera mata tersebut menjadi cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia kepada para pengajar dan peserta internasional.
Program ini juga menghadirkan Special Lecture bersama Prof. G. John Ikenberry yang mengangkat tema The Moment of Crisis: World Order in Transition. Kuliah tersebut membahas dinamika perubahan tatanan dunia, tantangan geopolitik, serta berbagai isu global yang tengah dihadapi masyarakat internasional. Materi yang disampaikan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kolaborasi global dalam menjawab berbagai persoalan masa depan.

Di luar jadwal perkuliahan, Aliya dan Nagita memanfaatkan fasilitas perpustakaan Kyung Hee University untuk belajar, mengerjakan tugas, serta berdiskusi mengenai jurnal dan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman akademik yang memperkaya proses belajar selama mengikuti summer school.
Salah satu agenda penting dalam program ini adalah presentasi individu yang berkaitan dengan materi Diversity, Equity, and Inclusion. Pada kesempatan tersebut, Aliya mempresentasikan karya berjudul “Diversity as Strength: Building Social Harmony in a Multicultural World”. Melalui presentasinya, ia menjelaskan bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.
Sementara itu, Nagita mengangkat topik “The Role of Social Media in Promoting Diversity, Equity, and Inclusion (DEI)”. Presentasi tersebut membahas bagaimana media sosial berperan dalam mendukung nilai-nilai keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, sekaligus mengulas dampak positif maupun tantangan yang muncul dalam implementasinya.
Melalui kelas DEI, keduanya mempelajari bagaimana keberagaman dan inklusi mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memperkuat kemampuan memimpin tim yang memiliki latar belakang beragam. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan global.
Lebih dari sekadar mengikuti perkuliahan di luar negeri, program ini menjadi perjalanan pembelajaran yang memperluas wawasan, memperkuat jejaring global, sekaligus menumbuhkan semangat untuk membawa nilai-nilai keberagaman dan kolaborasi dalam kehidupan akademik maupun profesional di masa depan. (Rani)
