BANDUNG, unpas.ac.id – Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Syiar Islam (LP2SI) Universitas Pasundan (Unpas) sekaligus Ketua DKM Al Jabbar, Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag. mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum memperkuat keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan peringatan atas perjuangan dan keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Idul Adha adalah tradisi Nabi Ibrahim AS. Artinya, kita memperingati sekaligus mencontoh kiprah beliau,” ujar Tata Sukayat.
Ia menjelaskan, Nabi Ibrahim AS merupakan sosok yang mendapat kemuliaan dari Allah SWT, termasuk menjadi teladan sebagai ayah yang berhasil mendidik putranya, Nabi Ismail AS, dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Puncak ujian itu terjadi ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya sendiri. Dengan penuh keikhlasan, Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS dan keluarganya berangkat menuju Jabal Qurban untuk menjalankan perintah suci tersebut.
Namun, saat pedang telah menyentuh tubuh Nabi Ismail AS, Allah SWT menggantikannya dengan seekor kibas sebagai sembelihan besar.
“Peristiwa itu mengajarkan makna pengorbanan dan ketaatan total kepada Allah SWT,” katanya.
Ia juga menambahkan, Idul Adha juga memiliki keterkaitan erat dengan ibadah haji, mengingat Ka’bah yang menjadi pusat ibadah haji direnovasi oleh Nabi Ibrahim AS.
Ia berharap umat Islam yang tengah menunaikan ibadah haji memperoleh haji yang mabrur dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik. Sementara bagi masyarakat yang belum mendapat kesempatan berhaji, ibadah kurban menjadi amalan istimewa di bulan Dzulhijjah.
“Khususnya keluarga besar Universitas Pasundan, semoga kita diberi kemampuan untuk menunaikan ibadah kurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT,” ujarnya.
Dalam pesannya, ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-Kautsar yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan melaksanakan kurban.
Menurutnya, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan kurban secara lahiriah, tetapi juga menjadi momentum menyembelih sifat-sifat buruk dalam diri manusia.
“Semoga Idul Adha menjadi momentum meningkatkan ketakwaan, memperkuat kepedulian kepada fakir miskin dan duafa, serta menumbuhkan semangat pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Rani)
