BANDUNG, unpas.ac.id – Finalis Duta Kampus Universitas Pasundan (Unpas) angkatan ke-6 melakukan kunjungan edukatif ke Museum Gedung Sate, Bandung, Kamis (22/10/2026). Setelah itu, mereka berkunjung ke Gedung Paguyuban Pasundan.
Kunjungan ini sebagai upaya mengasah kemampuan komunikasi, memperluas wawasan tentang lingkungan sekitar, serta meningkatkan keterampilan dalam membuat konten edukatif dan inovatif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan finalis Duta Kampus Unpas agar mampu menjadi representasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dan budaya.
Kepala Humas dan Protokoler Unpas sekaligus Pembina Duta Kampus Unpas, Dr. H. Deden Ramdan, M.Si., CICP., DBA., mengatakan bahwa keikutsertaan finalis dalam kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari tanggung jawab mereka sebagai calon representasi mahasiswa Unpas.

Menurutnya, seorang duta kampus harus mampu mengenali dan memperkenalkan berbagai potensi di lingkungan tempat mereka tinggal, termasuk sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.
“Duta kampus tidak hanya berada di ruangan yang kedap, tetapi harus bisa berinteraksi dengan lingkungan sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, minat mahasiswa untuk mengikuti program Duta Kampus Unpas terus menunjukkan perkembangan positif. Pada seleksi tahun ini, lebih dari 100 mahasiswa tertarik mengikuti seleksi. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih 30 finalis atau 15 pasang yang melanjutkan ke tahap pembekalan.

Para finalis berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Hukum sebanyak delapan orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) delapan orang, Fakultas Teknik empat orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tiga orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dua orang, serta Fakultas Kedokteran lima orang.
Ia menambahkan, selain kemampuan komunikasi dan wawasan, nilai kesundaan serta nilai keislaman menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap finalis. Kedua nilai tersebut diharapkan tercermin dalam perilaku, etika, dan cara mereka berinteraksi dengan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kepasundanan di tengah perubahan zaman, terutama dalam hal adab dan etika. Menurutnya, prinsip senyum, sapa, dan salam merupakan hal mendasar yang perlu terus diterapkan oleh para duta kampus.
Deden Ramdan mengapresiasi kualitas finalis yang dinilainya terus meningkat dari tahun ke tahun. Proses seleksi yang kompetitif, menurutnya, menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan mahasiswa yang mampu menjalankan peran sebagai representasi universitas secara optimal.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., menyampaikan bahwa keberadaan para finalis Duta Kampus Unpas merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi universitas.
Ia menilai, para duta kampus memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Unpas kepada masyarakat melalui kemampuan, gagasan, dan karya yang mereka hasilkan.
Menurutnya, keterampilan atau skill menjadi salah satu hal utama yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Ia juga menekankan pentingnya bergerak cepat, terus belajar, dan mengembangkan potensi diri tanpa meninggalkan jati diri bangsa.
“Indonesia akan menjadi maju tanpa kehilangan jiwa di tangan para Duta Kampus Unpas ini,” tuturnya.

Prof. Didi berharap seluruh finalis dapat menjalani proses pembekalan dengan baik, menyelesaikan studi dengan sukses, serta meraih masa depan yang gemilang.
Melalui kunjungan ini, para finalis Duta Kampus Unpas diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi publik sekaligus menghasilkan konten edukatif dan inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, serta lingkungan sekitar kepada masyarakat luas. (Rani)
